Penghulu di Malang Meninggal Saat Pimpin Ijab Kabul Sepasang Kekasih

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 31 Jan 2022 20:52 WIB
Sesaat sebelum Supaat meninggal dunia (memakai batik)
Sesaat sebelum Supaat meninggal dunia (memakai batik)/Foto: Tangkapan Layar
Malang -

Seorang penghulu meninggal dunia saat menikahkan sepasang kekasih di Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/1) malam.

Modin itu bernama Supaat (55). Ia tercatat sebagai warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ia mengembuskan napas terakhir saat memimpin ijab kabul.

Peristiwa tersebut terekam oleh kerabat calon mempelai. Video detik-detik meninggalnya Supaat kemudian menyebar luas.

Video itu berdurasi 2 menit 50 detik. Dalam video tampak Supaat tengah memandu proses ijab kabul. Di tengah prosesi sakral tersebut, Supaat mendadak menunduk dengan tangan kiri menyangga kepala. Bicaranya pun berubah menjadi cadel.

"Lemes tangan kulo (lemas tangan saya)," ucap Supaat seperti dalam video yang dilihat detikjatim, Senin (31/1).

Saat Supaat menahan sakit, orang-orang di sekitarnya panik. Tak lama kemudian, Supaat yang dalam kondisi duduk bersila itu roboh.

Orang-orang yang hadir dalam prosesi ijab kabul kemudian histeris melihat kondisi Supaat. Penghulu itu kemudian dilarikan ke rumah sakit.

"Modin meninggal dunia saat memimpin ijab kabul, Minggu (30/1) malam di salah satu rumah warga. Lokasinya di Desa Baturetno. Meninggalnya bukan karena COVID-19 sesuai dengan pemeriksaan medis," kata Kanit Polsek Singosari Iptu Eka Yuliandri Aska saat dikonfirmasi wartawan.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Singosari, Syamsuir menegaskan, Supaat bukan penghulu KUA Singosari. Ia modin atau penghulu Desa Baturetno, Kecamatan Singosari.

"Beliau sudah meninggal saat menikahkan salah satu warga Desa Baturetno," katanya terpisah.

Syamsuir juga memastikan, ijab kabul yang dipimpin Supaat bukan pernikahan resmi secara undang-undang negara. Namun pernikahan di bawah tangan alias nikah siri.

"Kami telah mengecek jadwal pernikahan, dan tidak ada jadwal pernikahan pada tadi malam, Minggu (30/1) seperti saat kejadian," ujarnya.

Sementara mengenai penyebab meninggalnya Supaat, diduga kuat karena riwayat penyakit yang sudah diderita. "Korban ini mempunyai riwayat darah tinggi. Jadi meninggalnya diduga akibat gejala darah tinggi," pungkasnya.



Simak Video "Dari RS Abdi Waluyo, Almarhum Tjahjo Kumolo Dibawa ke Rumah Duka"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)