Di Balik Ramainya Penyetan Pegasus, Ada Teman Tuli Melayani dalam Sunyi

Di Balik Ramainya Penyetan Pegasus, Ada Teman Tuli Melayani dalam Sunyi

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 12:30 WIB
Dua teman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus Surabaya
Dua teman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus Surabaya/Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim
Surabaya -

Sepiring penyetan di Jalan Ngagel Jaya Barat, Surabaya diantar hangat sampai ke meja pelanggan oleh seorang teman tuli. Ia adalah Dayyan (22), anak dari pemilik warung yang turut membantu pelayanan di sana.

Ada pula Ardan (20), kawan karib Dayyan yang juga merupakan seorang teman tuli dan membantu di bagian penggorengan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua teman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus SurabayaTeman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus Surabaya Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim

Tugas mereka tak dibagi dengan pasti, saling membantu dalam sunyi, tetapi berusaha keras untuk saling memahami. Isyarat tangan, tatapan mata, hingga kebiasaan yang terbangun perlahan menjadi bahasa sehari-hari di Warung Penyetan Pegasus. Pelanggan yang datang pun ikut belajar menyesuaikan, sehingga komunikasi tidak menjadi halangan.

ADVERTISEMENT

Hal itulah yang ditemui detikJatim saat berkunjung ke sana, Kamis (2/4/2026). Dayyan dan Ardan langsung sigap membersihkan meja dan memasak pesanan pelanggan yang datang tanpa jeda. Sementara sang pemilik warung, Ida (55) mengurusi bagian pemesanan dan pembayaran.

Sudah memasuki tahun ke-2 Dayyan membantu ibunya berjualan di warung penyetan. Awalnya, ia hanya sesekali turun tangan. Namun kini, segala hal sudah khatam dilakukannya bersama Ardan. Mulai dari meracik minuman, membuat varian-varian baru, hingga memasak.

"Awalnya kan masih belajar, belum tahu cara buat jeruk dan lain-lain, belajar terus sampai sekarang. Akhirnya sudah bisa, sudah dua tahun membantu di sini," ucap Dayyan lewat bahasa isyarat diterjemahkan Akbar, Kamis (2/4/2026).

Akbar merupakan kawan Dayyan dan Ardan yang tidak sengaja ditemui detikJatim di lokasi. Ia adalah seorang teman tuli yang masih mengenal kosakata dan mampu berbicara. Karenanya, dalam kesempatan itu, ia membantu menerjemahkan isyarat Dayyan, mantan rekan kerjanya.

Dua teman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus SurabayaMenu di Penyetan Pegasus Surabaya Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim

Sebelum membantu di warung, Dayyan memang sempat bekerja di hotel selama kurang lebih sembilan bulan. Pengalaman itulah yang jadi bekal Dayyan sebelum akhirnya memilih fokus membantu usaha keluarga.

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, tantangan komunikasi dalam melayani pelanggan tidak menjadi hambatan utama. Banyak pengunjung justru berusaha menyesuaikan diri.

"Kalau ada tamu nggak sulit komunikasinya karena mayoritas sudah tahu kalau Mas Dayyan punya keistimewaan. Jadi tamunya menyesuaikan bahasa komunikasi mas Dayyan dengan berbicara pelan-pelan," tuturnya.

Tak jarang, warung tersebut juga menjadi tempat berkumpul bagi teman-teman tuli lainnya. Mereka datang untuk makan sekaligus bertemu dan saling memberi dukungan.

Bagi Dayyan, bekerja di warung itu lebih dari sekadar mencari nafkah. Ia mengaku senang bisa membantu sang ibu sekaligus bertemu banyak orang.

"Senang, banyak yang mendukung," katanya.

Dua teman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus SurabayaTeman tuli melayani pembeli di Penyetan Pegasus Surabaya Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim

Ke depan, Dayyan berharap semakin banyak teman tuli memiliki kesempatan kerja yang luas. "Harapannya mungkin bisa buka tempat kerja untuk teman tuli. Intinya, teman tuli punya kesempatan kerja luas," harapnya.

Meski sempat terpikir untuk kembali bekerja di tempat lain, Dayyan memilih tetap bertahan membantu ibunya.

"Kalau misal saya dan Ardan mau kerja di tempat lain, kalau di sini ramai, saya tidak tega. Ibu tidak ada yang bantu," pungkas Dayyan diiringi senyuman.

Warung Penyetan Pegasus buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Selain kisah di baliknya yang menyentuh hati, penyetan yang disajikan memang dikenal nikmat.

Lauk yang tersedia yakni ayam, bebek, tahu, tempe, usus, dan ikan. Tersedia dua pilihan sambal yang menjadi ciri khas warung ini, yaitu sambal mentah dan sambal goreng. Harganya pun terjangkau sehingga tak heran warung ini menjadi pilihan banyak pelanggan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads