Kuliner Wajib Saat Imlek yang Membawa Keberuntungan

Mira Rachmalia - detikJatim
Senin, 26 Jan 2026 19:00 WIB
Pernak-pernik Imlek. Foto: Muhammad Firman Maulana/detikFoto
Surabaya -

Dalam tradisi Tionghoa, khususnya saat perayaan Tahun Baru Imlek, makanan bukan sekadar santapan, melainkan sarat makna dan simbol harapan. Setiap hidangan dipercaya menjadi bentuk komunikasi simbolik yang mencerminkan doa akan keberuntungan, kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan di tahun yang baru.

Karena itu, apa yang dimakan, cara penyajian, hingga waktu menyantapnya diyakini memiliki pengaruh terhadap perjalanan hidup ke depan. Pemilihan kuliner saat Imlek pun tidak dilakukan secara sembarangan.

Setiap makanan dipilih berdasarkan filosofi dan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Mulai dari bentuk, warna, hingga sebutan makanan, semuanya mengandung makna positif yang diharapkan dapat membawa energi baik bagi keluarga yang merayakan.

Daftar Kuliner Wajib Saat Imlek dan Maknanya

Secara umum, terdapat empat prinsip utama yang melandasi pemilihan makanan saat Imlek, yakni bentuk makanan, warna makanan, nama dan pelafalan makanan, serta makna makan sebagai doa.

Berangkat dari prinsip tersebut, berikut ini daftar kuliner wajib saat merayakan tahun baru Imlek yang dipercaya membawa keberuntungan dan kerap hadir di meja makan keluarga Tionghoa.

1. Ikan Utuh (鱼/Yú)

Ilustrasi Ikan Utuh Foto: Site/Visual

Dalam tradisi Imlek, ikan disebut yú yang memiliki pelafalan sama dengan kata "berlimpah". Karena itu, ikan menjadi simbol kelimpahan rezeki dan keberuntungan yang berkelanjutan.

Ungkapan nián nián yǒu yú mencerminkan harapan agar setiap tahun selalu ada kelebihan dalam hidup. Ikan wajib disajikan dalam keadaan utuh sebagai lambang keutuhan, kesinambungan, dan hidup yang tidak terputus.

Biasanya ikan dikukus agar bentuknya tetap sempurna, dengan kepala diarahkan kepada orang tertua sebagai bentuk penghormatan. Di Indonesia, ikan bandeng, kakap, atau gurame kerap digunakan sebagai adaptasi lokal.

2. Kue Keranjang (年糕/Nián Gāo)

Tempat pembuatan kue keranjang di Jalan Kota Bandung. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

Kue keranjang atau nián gāo melambangkan peningkatan rezeki dan kehidupan yang semakin baik dari tahun ke tahun. Kata gāo bermakna "tinggi", sehingga kue ini menjadi simbol harapan akan kemajuan karier, usaha, dan status hidup. Teksturnya yang lengket juga merepresentasikan hubungan keluarga yang erat dan harmonis.

Bentuknya umumnya bulat atau kotak dengan warna cokelat keemasan. Di Indonesia, kue keranjang jarang dimakan langsung, melainkan diolah kembali dengan cara digoreng, dikukus, atau dipadukan dengan pisang dan kelapa agar lebih mudah dinikmati.

3. Mie Panjang Umur (长寿面/Cháng Shòu Miàn)

Mie goreng udang ala China Foto: Getty Images/Manaswi Patil

Mi panjang umur melambangkan kesehatan dan umur panjang. Panjang mi mencerminkan doa agar hidup seseorang berlangsung lama tanpa hambatan. Karena makna tersebut, mi ini menjadi hidangan penting saat Imlek dan perayaan ulang tahun.

Pantangan utama saat menyantap mie panjang umur adalah memotongnya, karena dianggap memutus keberkahan. Di Indonesia, mi ini hadir dalam versi halal dan lokal, disajikan dengan kuah ringan atau ditumis sederhana.

4. Lumpia (春卷/Chūn Juǎn)

Ilustrasi Lumpia Foto: Getty Images

Lumpia dikenal sebagai chūn juǎn atau gulungan musim semi, yang melambangkan awal baru dan harapan. Bentuknya menyerupai batangan emas kuno, sehingga dimaknai sebagai simbol kemakmuran dan rezeki.

Lumpia Imlek umumnya berisi sayuran atau daging cincang sederhana dan digoreng hingga berwarna keemasan. Berbeda dengan lumpia khas daerah di Indonesia yang lebih variatif, lumpia Imlek menekankan makna simbolis dibanding rasa.

5. Jeruk Mandarin (橘/Jú)

Jeruk mandarin melambangkan keberuntungan dan kekayaan karena pelafalannya mirip dengan kata jí yang berarti hoki. Warna oranye keemasan juga identik dengan emas dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa.

Jeruk biasanya diberikan dalam jumlah genap sebagai buah tangan Imlek. Jeruk yang segar, bulat, dan berwarna cerah dipercaya membawa keberuntungan yang lebih baik bagi penerimanya.

6. Manisan dan Permen Imlek (糖果/Táng Guǒ)

Ilustrasi Manisan dan Permen Imlek Foto: Getty Images/iStockphoto/tatui1761

Manisan dan permen melambangkan kehidupan yang manis, harmonis, dan penuh kebahagiaan di tahun baru. Hidangan ini mencerminkan harapan agar hubungan keluarga dan perjalanan hidup ke depan terasa lebih menyenangkan.

Di Indonesia, manisan Imlek umumnya berupa manisan labu, melon kering, dan permen warna-warni. Warna merah melambangkan kebahagiaan, kuning kemakmuran, dan hijau kesehatan.

7. Spring Rolls (春卷/Chūn Juǎn)

Ilusrasi Spring Rolls Foto: Getty Images/iStockphoto/Tyas Indayanti

Spring rolls merupakan variasi lumpia tipis yang juga melambangkan kekayaan dan permulaan baru. Hidangan ini identik dengan musim semi yang menandai awal siklus kehidupan.

Bentuknya gulungan memanjang dan berwarna keemasan setelah digoreng, menjadikannya simbol rezeki yang mengalir. Biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka saat perayaan Imlek.

8. Pangsit (饺子/Jiǎo Zi)

Ilustrasi Pangsit Foto: Getty Images/iStockphoto

Pangsit atau jiǎo zi dipercaya membawa keberuntungan karena bentuknya menyerupai uang kuno Tiongkok. Hidangan ini melambangkan harapan akan kekayaan dan stabilitas finansial.

Pangsit biasanya disajikan dengan cara direbus atau dikukus dan disantap bersama keluarga, menegaskan makna kebersamaan dan solidaritas dalam menyambut tahun baru Imlek.

9. Kue Ku (红龟糕/Hóng Guī Gāo)

Kue ku berbentuk kura-kura yang melambangkan umur panjang dan keberkahan. Warna merahnya merepresentasikan kebahagiaan dan energi positif. Kue ini biasanya disajikan sebagai kudapan manis saat Imlek atau acara keluarga, sekaligus simbol doa akan kehidupan yang panjang dan sejahtera.

10. Yee Sang (鱼生/Yú Shēng)

Yee sang adalah salad khas Imlek yang melambangkan kemakmuran, kesuksesan, dan pertumbuhan. Nama yú shēng juga mengandung makna kehidupan dan rezeki yang terus meningkat.

Hidangan ini disantap bersama-sama dengan cara diaduk dan diangkat tinggi sambil mengucapkan harapan baik, menjadikannya simbol kerja sama dan optimisme kolektif.

Beberapa pantangan perlu diperhatikan saat Imlek. Makanan pahit atau terlalu asam sebaiknya dihindari karena melambangkan kesulitan.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menyajikan ikan tidak utuh atau memotong mi panjang umur. Waktu terbaik menyantap hidangan simbolik biasanya saat malam tahun baru Imlek bersama keluarga.

Nah, itulah daftar kuliner rekomendasi detikJatim yang bisa membawa keberuntungan. Selamat mencoba detikers!

Artikel ini ditulis Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.



Simak Video "Video: Budaya dan Tradisi di Indonesia untuk Sambut Tahun Baru Islam"

(ihc/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork