Meja hidangan saat perayaan Imlek selalu dipenuhi beragam masakan khas Tionghoa yang sarat makna. Tak ketinggalan, aneka buah berwarna cerah turut menghiasi meja karena dipercaya membawa keberuntungan. Biasanya buah-buahan ini juga diletakkan di altar sebagai bagian dari ritual doa dan harapan hari yang lebih baik.
Jeruk merupakan salah satu buah yang populer dan identik dengan Imlek. Dalam bahasa Mandarin, sebutan jeruk memiliki pelafalan "chΓ©n" yang mirip dengan kata "chΓ‘ng" yang bermakna keberuntungan dan kemakmuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, jeruk kerap dimaknai sebagai simbol rezeki yang melimpah di tahun baru. Meski demikian, jeruk bukan satu-satunya buah yang dipercaya membawa hoki. Ada sejumlah buah lain yang juga kerap hadir dalam perayaan Imlek karena makna simbolisnya.
Baca juga: Arti Jeruk Shantang dalam Perayaan Imlek |
Buah-buahan Pembawa Hoki Saat Tahun Baru China
Melansir dari beberapa sumber, buah-buahan yang identik dengan perayaan tahun baru China memiliki warna cerah dan cukup mencolok. Selain warnanya yang cantik, makna simbolis yang tersimpan pun apik. Mulai dari pembawa kemakmuran hingga harapan akan hidup yang lebih baik di tahun baru.
1. Tebu
Di sejumlah wilayah selatan Tiongkok, tebu kerap dianggap sebagai buah pembawa keberuntungan saat Imlek. Tanaman ini tumbuh berumpun, sehingga dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan kekuatan keluarga sebagai satu kesatuan.
Dalam bahasa Mandarin, tebu disebut gΔn zhΓ¨, dengan kata gΔn yang berarti manis. Filosofi ini menyiratkan harapan agar kehidupan yang dijalani terasa manis dan penuh kebaikan. Semakin tua usia tebu semakin manis rasanya, tebu juga melambangkan pertumbuhan nilai kasih sayang dan kebaikan dari masa ke masa.
2. Pisang
Pisang memiliki makna mendalam dalam budaya Tionghoa. Dalam bahasa Mandarin, pisang dikenal sebagai xiΔng jiΔo, yang dapat diartikan sebagai disukai, digemari, sekaligus bermakna saling membantu.
Pohon pisang hanya berbuah sekali sebelum mati, namun meninggalkan tunas-tunas baru di sekitarnya. Hal ini dimaknai sebagai simbol kebermanfaatan hidup, keteladanan, serta harapan agar manusia meninggalkan kebaikan dan generasi penerus sebelum mengakhiri perjalanan hidupnya.
3. Delima
Delima dikenal sebagai buah yang kaya akan biji dan kerap dihadirkan saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, delima disebut shΓ liu yang mengandung makna keteladanan.
Buah ini melambangkan harapan agar manusia mampu menjadi contoh yang baik bagi sesama. Selain itu, banyaknya biji delima juga dimaknai sebagai simbol kelimpahan, keberkahan, serta doa akan keturunan dan kebahagiaan keluarga.
4. Pir
Buah pir atau shΔ lΓ, juga memiliki tempat tersendiri dalam perayaan Imlek. Pir dimaknai sebagai simbol kesetiaan dan kepatuhan terhadap nilai-nilai kehidupan, baik dalam beragama, bermasyarakat, maupun bernegara. Makna ini menjadi pengingat untuk memegang prinsip hidup, menjaga aturan, dan setia pada nilai kebaikan.
5. Semangka
Semangka sering dijumpai dalam perayaan Imlek dan memiliki filosofi tersendiri. Dalam bahasa Mandarin, semangka disebut xΔ« guΔ, dengan kata xΔ«yang berkaitan dengan belajar.
Buah ini melambangkan pentingnya proses belajar sepanjang hidup. Manusia diharapkan terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta menumbuhkan sifat kebajikan dan cinta kasih.
6. Pomelo
Pomelo menjadi salah satu buah penting dalam tradisi Imlek. Musim panen pomelo yang berdekatan dengan momen berkumpul keluarga membuat buah ini dimaknai sebagai simbol persatuan dan reuni keluarga.
Selain itu, dalam pemaknaan bahasa, pomelo juga dikaitkan dengan perlindungan. Karena itu, kehadirannya diharapkan membawa rasa aman dan kelancaran sepanjang tahun yang baru.
7. Apel
Apel dipercaya melambangkan kedamaian dan keharmonisan. Dalam bahasa Mandarin, apel atau pΓngguΗ memiliki bunyi yang mirip dengan kata yang bermakna aman dan damai. Tak heran, apel kerap dijadikan hadiah Imlek sebagai doa agar penerimanya menjalani kehidupan yang tenteram, harmonis, dan seimbang.
8. Anggur
Anggur identik dengan kelimpahan karena tumbuh dalam satu tandan dengan banyak buah. Filosofi ini menggambarkan rezeki yang melimpah serta keberuntungan yang terus mengalir.
Warna anggur pun memiliki makna tersendiri. Ungu melambangkan keanggunan dan kehormatan, sementara hijau dimaknai sebagai simbol vitalitas dan kemakmuran.
9. Nanas
Nanas juga sering hadir dalam perayaan Imlek karena dipercaya membawa keberuntungan. Dalam dialek Hokkian, nanas dikenal sebagai ong lai, yang dimaknai sebagai "keberuntungan datang". Buah ini melambangkan harapan akan rezeki, kesuksesan, dan kemakmuran yang terus bertumbuh di tahun yang baru.
(irb/irb)











































