Awas Gobyos! Kuliner Ayam Kesrut Banyuwangi Cocok Disantap Saat Hujan

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 01 Des 2022 14:57 WIB
Ayam Kesrut Banyuwangi. (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Banyuwangi dikenal dengan ragam kuliner khasnya yang nikmat di lidah. Salah satunya kuliner ayam kesrut. Kuliner ini menjadi salah satu menu tradisional yang konon sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Ayam Kesrut sekilas mirip sayur asem. Bedanya, kuliner Ayam Kesrut menggunakan potongan daging ayam kampung dengan kuah pedas. Bumbu utamanya pun sederhana, terdiri dari cabai rawit, cabai merah besar, blimbing wuluh atau asem wadung, bawang merah, daun bawang, terasi, gula dan garam.

Meski bumbunya sederhana, tetapi cita rasa yang ditawarkan sangat maknyus. Perpaduan rasanya gurih, asam, manis, dan pedas membuat daging ayam sangat nikmat di lidah. Ditambah lagi kuah bening yang segar. Ayam Kesrut sangat pas jika disajikan saat hujan atau mendung.

Kuliner Ayam Kesrut bisa dijumpai di banyak tempat, dari warung kecil hingga hotel berbintang. Tetapi ada satu tempat dengan menu utama Ayam Kesrut Legendaris yang sudah ada sejak 40 tahun yang lalu. 'Waroeng Ayam Kesrut Kanggo Riko' namanya.

Ayam Kesrut Banyuwangi. (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)

Warung kecil di Dusun Karangsari, Desa Segobang, Kecamatan Licin ini tak pernah sepi pengunjung. Hampir setiap hari banyak pengunjung yang datang, khususnya dari wilayah perkotaan Banyuwangi. Mereka sengaja datang hanya untuk menikmati kesegaran Ayam Kesrut Kanggo Riko.

Bahkan, wisatawan yang hendak maupun usai berwisata ke Kawah Ijen seringkali mampir ke warung Ayam Kesrut Kanggo Riko untuk mencicipi kuliner legendaris itu.

"Alhamdulillah hampir setiap hari ramai mas. Kalau hari Senin sampai Jumat biasanya ramai pas waktu makan siang. Kalau Sabtu Minggu, sejak pagi sudah ramai," kata Novi, pemilik warung Ayam Kesrut Kanggo Riko kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Menurut Novi, Warung Ayam Kesrut Kanggo Riko ini merupakan bisnis keluarganya yang sudah ada sejak 1980-an. Novi sendiri merupakan generasi kedua.

"Saya sudah generasi kedua yang menjalankan warung ini. Dulu ibu mertua saya yang pertama kali buka. Dulu tidak di sini, tapi di seberang jalan. Karena kurang lebar, akhirnya kita pindah ke seberang jalan," ungkapnya.

Bumbu khusus dan cara pembuatannya. Baca di halaman selanjutnya.




(dpe/fat)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork