Jangan Ngeres Dulu! Rujak Yuk Bawok di Mojokerto Memang Legit dan Nikmat

Jangan Ngeres Dulu! Rujak Yuk Bawok di Mojokerto Memang Legit dan Nikmat

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 01 Okt 2022 09:03 WIB
rujak uleh yuk bawok
Rujak Yuk Bawok (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Rujak Yuk Bawok digandrungi para penikmat kuliner di Mojokerto. Rujak ulek yang satu ini memang nikmat. Terlebih ditemani segarnya es dawet.

Warung rujak bernama nyeleneh ini terletak di Dusun Kejambon, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Warung sederhana ini berjarak sekitar 20 Km atau 34 menit perjalanan dari Kota Mojokerto. Untuk menemukannya cukup mudah. Karena sudah terdaftar di Google Maps dengan nama Warung Rujak & Tahu Lontong Yuk Bawok.

Ketika detikJatim berkunjung, ternyata tidak ada nama Warung Rujak & Tahu Lontong Yuk Bawok di warung tersebut. Lantas bagaimana asal usul nama warung yang bikin ngeres pikiran pembacanya itu? Usut punya usut, Bawok yang menjurus ke kelamin perempuan itu nama panggilan pemilik warung, Fadilah (67).

rujak uleh yuk bawokWarung rujak uleh yuk Bawok tak pernah sepi pembeli (Foto: Enggran Eko Budianto)

"Bawok itu nama panggilan saya sejak dulu. Aslinya Fadilah. Akhirnya terkenalnya Rujak Yuk Bawok," kata Fadilah ketika berbincang dengan detikJatim, Sabtu (1/10/2022).

Nama Warung Rujak dan Tahu Lontong Yuk Bawok bukanlah strategi marketing yang sengaja dibuat Fadilah untuk menarik pelanggan. Justru nama itu disematkan para pelanggan setianya sejak puluhan tahun silam. Ibu anak satu ini sudah 30 tahun lebih membuka warung tersebut.

Terlepas dari namanya, rujak ulek buatan Fadilah memang nikmat. Bumbunya terasa legit, gurih, pedas dan sedikit asam. Kacang goreng pada bumbu sengaja tidak diulek sampai halus. Sehingga ada sensasi kriuk gurih setiap mengunyah rujak ini.

Isian rujaknya juga lumayan lengkap. Mulai dari irisan nanas, bengkoang, mentimun segar, potongan tahu dan tempe goreng yang masih hangat, irisan lontong, serta sayur kacang panjang, krai, selada, dan kecambah yang sudah direbus.

"Semua bahan untuk bumbu dan isi rujak saya beli yang berkualitas untuk menjaga cita rasanya. Sehingga pembeli tidak kecewa," terangnya.

Menyantap rujak Yuk Bawok kian nikmat didampingi segelas es dawet. Minuman yang satu ini pas banget untuk melepas dahaga atau mengobati pedasnya rujak ulek. Karena lembutnya dawet bercampur dengan gurihnya santan kelapa serta legitnya gula merah.

Untuk menjaga kualitas rasa, Fadilah juga tidak pernah meracik bumbu dalam jumlah banyak. Bumbu rujak ia ulek setiap pembeli datang. Ia membatasi sekali mengulek bumbu untuk 2 porsi rujak saja. Bumbu pertama yang dia ulek terdiri dari garam, kacang goreng, gula merah dan terasi. Selanjutnya, ia menambahkan irisan pisang batu, petis enak dan biasa, cabai rawit dan kacang goreng.

Fadilah lantas mengulek bumbu tersebut untuk kedua kalinya. Ia juga menambahkan air biasa dan air asam Jawa agar bumbu sedikit encer. Barulah isian rujak dituangkan ke layah untuk dicampur dengan bumbu. Penyajian rujak ulek ini sangat sederhana. Yakni hanya dituangkan pada piring biasa dilengkapi sebuah sendok.

"Terasinya pakai yang enak. Kalau petis campuran yang enak dan biasa. Karena kalau petis enak saja rasanya amis dan pahit, pakai petis biasa saja juga tidak enak," jelas janda anak satu ini.

Selain rujak, pengunjung juga bisa menikmati tahu lontong di warung Fadilah. Bumbu tahu lontong berbeda dengan rujak. Yaitu menggunakan bawang putih, kacang goreng, cabai rawit, petis enak dan biasa, serta kecap manis.

Isiannya terdiri dari irisan tahu, kentang goreng hangat dan lontong, serta acar mentimun dan taburan bawang goreng. Acar mentimun buatan Fadilah diracik dengan bumbu khusus sehingga digandrungi para pelanggannya. Bumbu untuk acar meliputi kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah, serta gula pasir dan cuka.

"Resep rujak maupun tahu lontong saya mengarang sendiri, coba-coba tambah ini bagaimana, tambah itu bagaimana," ungkapnya.

Warung Rujak dan Tahu Lontong Yuk Bawok buka setiap hari pukul 10.00-16.00 WIB. Meski hari biasa, pembeli datang silih berganti. Baik yang makan di tempat maupun membungkus. Apalagi ketika akhir pekan. Karena warung ini berada di jalur menuju berbagai destinasi wisata di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Meski rasanya nikmat dan bahan-bahan yang digunakan berkualitas, harga rujak maupun tahu lontong buatan Fadilah sangat ramah di kantong. Yaitu masing-masing Rp 12 ribu per porsi. Sedangkan segelas es dawet hanya Rp 5 ribu. Pembeli juga bisa memilih beberapa jenis kerupuk yang harganya hanya Rp 1.000 per bungkus.

"Omzet saya tidak pernah menghitung, saya sungkan kalau menunjukkan. Bersyukur alhamdulillah meski sepi maupun ramai," tandasnya.



Simak Video "Kuliner Khas Rujak Natsepa, Segar dan Pedas, Ambon"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)