Mendagri Apresiasi Walkot Eri Cahyadi Revitalisasi Rumah Kelahiran Bung Karno

Deny Prastyo Utomo - detikJatim
Senin, 15 Agu 2022 02:18 WIB
Mendagri Apresiasi Wali Kota Eri Cahyadi Revitalisasi Rumah Kelahiran Bung Karno
Mendagri di rumah kelahiran Bung Karno (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Kemendagri menggelorakan Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih menjelang HUT ke-77 RI. Khusus di Kota Surabaya, Mendagri Tito Karnavian memulainya dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (14/8/2022).

Kala itu, ia menyerahkan bendera merah putih itu kepada perwakilan organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, dan organisasi kepemudaan tingkat provinsi. Proses penyerahan itu didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan juga Forkopimda Jawa Timur.

Mendagri menjelaskan bahwa secara simbolis gerakan nasional ini digelar di tiga daerah, yaitu Merauke, Banda Aceh, dan Surabaya. Merauke dipilih karena daerah paling ujung timur Indonesia, lalu di Banda Aceh dipilih karena paling barat.

"Sedangkan Surabaya dipilih karena sarat dengan historisnya atau sejarahnya," kata Mendagri.

Ia pun menceritakan sejarah penting di Kota Pahlawan ini. Menurutnya, Surabaya menjadi tonggak bangsa Indonesia bisa bertahan dan merdeka sampai saat ini usai peristiwa 10 November 1945 yang mengorbankan para pejuang dari berbagai daerah.

"Diawali dari Perintah Presiden Soekarno pada 31 Agustus 1945 untuk mengibarkan Merah Putih mulai 1 September. Saat itu juga sekutu dari tentara Inggris datang dan diboncengi oleh Belanda untuk kembali menjajah. Hingga peristiwa perobekan Bendera Belanda pada 19 September 1945 di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit), yang mana itu menunjukkan kegigihan arek-arek Suroboyo," katanya.

Menurutnya, kala itu mengibarkan Merah Putih di bawah ancaman peluru penjajah. Namun, kini mengibarkan bendera tanpa ada perlawanan dari siapa-siapa. "Jadi, sekarang ini kita tinggal menikmati buah dari perjuangan para pejuang-pejuang," ujarnya.

Bagi dia, gerakan pembagian bendera merah putih tak sekadar untuk dikibarkan, namun sebagai simbol spirit memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Gerakan pembagian Bendera Merah Putih diharapkan seluruh rakyat Indonesia semakin kuat menjaga dan mempertahankan NKRI," katanya.

Setelah dari Grahadi, Mendagri bersama Gubernur Jatim bergerak menuju Tugu Pahlawan. Di Tugu Pahlawan itu, Wali Kota Eri sudah menyambut bersama anak-anak. Selanjutnya, rombongan Mendagri, Gubernur Jatim, Wali Kota Eri dan juga Forkopimda Jatim bergerak menuju rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang IV No. 40 Surabaya.

Tiba di rumah kelahiran Bung Karno, Mendagri bersama Gubernur dan Wali Kota Eri memasuki rumah sederhana itu. Ia terlihat sangat takjub melihat rumah tersebut. Bahkan, ia pun mengapresiasi Wali Kota Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya yang tengah merevitalisasi rumah tersebut menjadi museum.

"Saya tadi diberi tahu oleh Bapak Wali Kota bahwa rumah ini akan direnovasi karena ini merupakan bagian dari tempat bersejarah. Saya mengapresiasi itu luar biasa. Kita generasi muda tidak boleh lupa dengan sejarah, karena dengan sejarah itu bisa mengetahui akar kita dan bisa membuat visi bagaimana ke depannya," tegasnya.

Sementara Wali Kota Eri mengatakan rumah kelahiran Bung Karno itu akan dijadikan museum. Nantinya, rumah itu akan dilengkapi sejumlah artefak hingga ornamen pendukung. Museum ini akan menceritakan berbagai kisah perjuangan Bung Karno sejak lahir di Surabaya hingga sukses menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

"Lokasi rumahnya tetap. Justru, kami tambah dengan menaruh museum di sini. Kami jadikan wisata sejarah baru di Surabaya," katanya.



Simak Video "Momen Meriah Kirab Budaya 17 Agustus di Monas"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)