Pepes-Sambal Oling, Olahan Sidat yang Dipercaya Tingkatkan Vitalitas

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 23 Feb 2022 07:17 WIB
pepes ikan oling
Pepes Ikan Oling (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Menikmati kuliner unagi tak perlu jauh-jauh ke Jepang. Ada masakan unagi yang bisa ditemukan di Banyuwangi. Yakni Pepes dan Sambal Ikan Oling.

Kuliner berbahan dasar ikan sidat ini rupanya sejak zaman dahulu telah dinikmati oleh warga Banyuwangi. Konon kabarnya kuliner sidat ini menjadi pilihan para raja saat bersantap.

Di Banyuwangi, ikan sidat yang mirip dengan ikan belut ini biasa disebut oling. Sejumlah destinasi wisata kuliner di Banyuwangi juga banyak menyediakan menu ikan oling.

Salah satu destinasi Wisata kuliner yang menyediakan menu masakan sidat adalah Warung Umyah Madang. Di warung yang berada di Jalan Raya Lijen, Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur ini tersedia dua jenis olahan oling.

"Kami menyediakan oling pepes dan oling sambal," jelas pemilik Warung Umyah Madang, Rizal Pahlevi saat diwawancara detkJatim (22/2/2022).

Rizal menjelaskan, oling pepes yang disajikan di warungnya adalah pepes bakar. Citarasa dan kenikmatan oling berpadu dengan bumbu dan daun pisang. Selain itu, aroma yang dihasilkan juga menggugah selera.

Untuk Oling yang disajikan dengan bumbu sambal, resepnya berasal dari sambal khas suku osing. Yang memiliki rasa pedas dan bumbu yang kuat. Dia menjamin, pecinta kuliner pedas akan menyukainya.

Tidak hanya itu, bahan untuk sambal oling diakui lebih sehat. Sebab bahan-bahan untuk sambal seperti lombok dan tomat ditanam secara organik atau tidak menggunakan pupuk kimia.

"Bahan sambalnya semuanya organik. Kita menanam sendiri bahan-bahan sambalnya, Insyaallah sambal kita zero pestisida," ungkap Rizal.

Rizal memiliki alasan tersendiri menyediakan menu olahan sidat di warungnya. Menurutnya, sidat pada zaman dahulu merupakan makanan para raja. Dia ingin menyajikan makanan para raja itu kepada masyarakat luas.

Selain itu, pria yang saat ini menjabat Kepala Desa Paspan ini ingin berbagi kebahagiaan. Yakni kebahagiaan dirasakan ayahnya saat menikmati masakan oling yang dibuatkan ibunya.

"Mereka puluhan tahun bisa berkeluarga sakinah mawaddah wa rahmah," jelas Rizal.

Menurut dia, Oling juga memiliki berbagai manfaat. Apalagi oling merupakan salah satu makanan kesukaan para raja. Tentunya memiliki khasiat khusus selain gizinya yang memang tinggi.

"Kita tahu raja pasti memiliki selir, salah satu manfaatnya pasti untuk kesehatan," ujar Rizal.

Rizal mengaku manfaat mengkonsumsi Ikan sidat bagi kesehatan sangat banyak. Seperti meningkatkan kecerdasan otak, menurunkan kandungan lemak jahat, mencegah penyakit jantung, menjaga tekanan darah, mengandung banyak vitamin untuk tubuh, menjaga kesehatan mata, dan sebagai antioksidan.

Untuk suplai ikan sidat, Rizal mendapatkannya dari para pemancing di Banyuwangi, Situbondo hingga Bondowoso. Sesekali dia juga membeli sidat dari peternak di Banyuwangi. Namun ikan sidat dari peternak harganya relatif mahal. Sedangkan Rizal berusaha untuk menjual olahan sidat dengan harga yang ekonomis.

"Satu porsi menu pepes oling maupun sambal oling masing-masing Rp 26 ribu. Harga ini sudah termasuk dengan nasinya," pungkas Rizal.



Simak Video "Kereta Lori, Berkeliling Melihat Keindahan Pemandangan Naik Kereta Wisata, Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/fat)