Menikmati Rujak Soto di Restoran, Kuliner Khas Banyuwangi Kini Naik Kelas

Ardian Fanani - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 12:18 WIB
Kuliner Banyuwangi Naik Kelas, Menikmati Rujak Soto di Restoran
Rujak soto khas Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Apa jadinya saat rujak dicampur dengan soto? Sebagian orang awam akan merasa aneh. Tapi tidak bagi warga Banyuwangi. Ada kuliner rujak soto yang menjadi primadona masakan khas kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Rujak soto adalah perpaduan antara kuliner rujak dan soto. Rujak dengan bumbu kacang dengan sayuran dan lontong, disiram dengan kuah soto lengkap dengan daging atau jeroan sapi. Tak lupa ada emping mlinjo dan kerupuk udang sebagai pelengkap masakan ini.

Kuliner satu ini biasanya ditemukan di kampung-kampung di Kabupaten Banyuwangi. Namun kini, rujak soto sudah bisa dinikmati di hotel maupun restoran yang lebih representatif. Salah satunya ada di restoran Srengenge Wetan, yang berada jalan Jenderal Soedirman, atau sebelah Setalan monumen titik nol kilometer Banyuwangi.

"Kita punya menu rujak soto. Kuliner khas masyarakat Banyuwangi," ujar Edo Permana, Owner Srengenge Wetan kepada detikJatim, Jumat (28/1/2022).

Edo sengaja mengangkat kuliner kampung ini, untuk disuguhkan ke wisatawan dari luar kota. Dia mengaku berjuang selama 6 tahun, untuk bisa mengenalkan kuliner satu ini kepada wisatawan.

Kuliner Banyuwangi Naik Kelas, Menikmati Rujak Soto di RestoranMenikmati Rujak Soto di Restoran/ Foto: Ardian Fanani

"Sebenarnya memang sejak awal dulu orang cari rujak soto harus ke kampung lewat gang kecil, apalagi orang luar kota kepingin agak kesusahan. Makanya kita sediakan rujak soto di restoran kami," tambahnya.

Rasa yang ditawarkan pun tak kalah dengan kuliner khas ini. Bumbu autentik disuguhkan tidak berubah dengan bumbu asli. Salah satunya menggunakan pisang biji, sebagai tambahan bumbu selain kacang tanah, petis dan bumbu lain. Tapi yang berbeda, adalah untuk isian soto. Biasanya dalam rujak soto isiannya adalah jeroan sapi.

"Cita rasa tetap autentik dengan menggunakan pisang biji, kacang dan petis. Sayur lengkap seperti kangkung dan kubis. Tapi untuk isian soto kita agak berkualitas dengan isian daging. Ini karena permintaan konsumen yang ingin daging. Karena takut kolesterol," bebernya.

Edo mengaku menu yang dipilih ya bukan untuk bermaksud untuk bersaing dengan soto yang berada di kampung-kampung. Namun tujuan menu yang dipilihnya ini sengaja untuk mengenalkan kekayaan kuliner di Banyuwangi. Bahkan dirinya juga merekrut ibu-ibu rumah tangga, dalam menjalankan bisnis kulinernya ini.

"Saya yakin rujak soto di kampung tak kalah nikmat. Kita sebagai jembatan untuk mengenalkan kuliner khas Banyuwangi kepada wisatawan. Kita ajak ibu-ibu untuk bergabung dengan kami. Tentunya dengan memberikan ilmu bagi mereka untuk kita ajak berbisnis kuliner," pungkasnya.



Simak Video "Rujak Soto, Sensasi Kuliner Kombinasi Kebanggaan Kota Bangkalan Madura"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)