Polres Jombang menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan gelar sarpras. Dalam apel ini, polisi menyampaikan 5 langkah antisipasi karhutla yang sering terjadi, serta potensi kekeringan saat puncak kemarau.
Apel yang dipimpin Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melibatkan personel gabungan. Mulai dari polisi, TNI, BPBD, relawan, hingga ormas.
Hadir pula Wabup Jombang, Salmanudin Yazid dan Dansat Radar 405 Ploso, Letkol Lek Bayu Ardiansyah. Sedikitnya 100 personel gabungan ditugaskan menanggulangi bencana kekeringan dan karhutla di Kota Santri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana kekeringan dan karhutla yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau," terang Ardi kepada wartawan di lokasi, Kamis (6/8/2026).
BPBD Jombang merilis, terdapat 3 titik rawan kekeringan di Kecamatan Bareng. Yaitu di Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi mengancam 60 jiwa, di Dusun Karangan Wetan, Desa Karangan mengancam 72 jiwa, serta di Dusun Serning, Desa Banjaragung mengancam 80 jiwa.
Tidak hanya itu, karhutla juga menghantui sebagian wilayah di Jombang. Sepanjang Maret-Agustus 2026, terjadi 43 kebakaran lahan di Kecamatan Jombang, Ploso, Tembelang, Ngoro, Mojoagung, Jogoroto, Perak, Diwek, Mojowarno, Bandar Kedungmulyo, Sumohito dan Kabuh.
Ardi pun menyampaikan 5 langkah antisipatif. Pertama, apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan sarpras penanggulangan bencana. Kedua, sosialisasi secara masif sampai tingkat RT terkait waspada kebakaran. Harapannya kebakaran sekecil apapun bisa ditangani secara cepat.
"Ketiga, kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, pekarangan, maupun kebun selama musim kemarau. Karena lahan yang kering sangat rentan memicu penyebaran api secara cepat sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih besar," jelasnya.
Keempat, Ardi meminta semua instansi terkait bersinergi secara solid melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi. Sebab bencana kekeringan maupun karhutla tidak bisa ditanggulangi salah satu instansi saja.
"Terakhir, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyatakat untuk senantiasa berdoa agar Kabupaten Jombang diberikan keselamatan, keamanan dan dijauhkan dari berbagai bencana," tandasnya.
