Kebakaran di kawasan kaldera Gunung Bromo belum juga padam hingga hari keempat. Pemadaman menggunakan water bombing tertunda dan baru dapat dilakukan besok.
Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Endrip Wahyutama mengatakan, helikopter untuk membantu water bombing baru tiba di Surabaya malam kemarin.
Sebelumnya, helikopter itu bergerak dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Water boombing rencananya besok. Hari ini helikopternya dari Palangkaraya menuju Surabaya, karena di sana baru selesai pemadaman kemarin," ungkap Endrip saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Menurut Endrip, langkah pengendalian kebakaran dengan menggunakan water bombing memang rencananya dilakukan hari ini. Namun, karena keterlambatan kedatangan helikopter dari Kalimantan Tengah, terpaksa menunda pelaksanaan operasi water bombing.
"Harusnya hari ini sudah sampai ke Surabaya dan lanjut ke Malang, tapi kemungkinan baru bisa pemadaman besok," jelasnya.
Dalam skenario yang disiapkan, helikopter akan melakukan pengambilan air di wilayah Ranupani, Kabupaten Lumajang, untuk kemudian memadamkan titik api menyebabkan kebakaran di wilayah kaldera Gunung Bromo.
Endrip menyebut, kebakaran awalnya di Blok Bantengan, Kabupaten Probolinggo hingga Watugede kini meluas ke wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
"Hari ini hari keempat, masih nyala. Luas wilayah yang paling besar di wilayah Watugede, Probolinggo," sebutnya.
Sementara itu, vegetasi yang hangus terbakar meliputi cemara gunung, akasia, edelweis, paku-pakuan serta semak belukar. Endrip menambahkan, habitat satwa yang berada di lokasi lahan terbakar mayoritas jenis burung.
"Satwa juga pasti ada, tapi kalau satwa darat gak ada. Biasanya burung-burung, kalau musim bertelur, dia pasti di pohon- pohon itu," imbuhnya.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebutkan bahwa luas area terdampak kebakaran kaldera Gunung Bromo mencapai 70 hektare per Rabu (5/8/2026), dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar.
"Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini semakin meluas. Rembetan api sudah melalui tugu perbatasan Kabupaten Malang - Lumajang dan mengarah ke wilayah Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 1,5 km dan dari tugu perbatasan," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan terpisah.
