UMKM Binaan Polres Gresik Sukses Tembus Pasar Internasional

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Sabtu, 16 Mei 2026 16:00 WIB
UMKM binaan Polres Gresik (Foto: Istimewa)
Gresik -

UMKM binaan Polres Gresik berhasil mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tinggi hingga menembus pasar internasional. Melalui inovasi pengolahan sekam padi dan limbah organik, PT Aji Bakuh Anugrah (ABA) kini mampu memasarkan produknya hingga Jepang, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Keberhasilan ini mendapat perhatian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Di sela agenda kerja peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Jumat (15/5), Listyo bersama jajaran Mabes Polri dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto melihat perkembangan UMKM binaan Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, pembinaan UMKM menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban.

"Polri ingin hadir memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Salah satunya dengan mendorong pelaku usaha lokal agar mampu berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing hingga tingkat internasional," terang Ramadhan melalui keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Sabtu (16/5/2026).

PT ABA sendiri mengembangkan dua produk utama berupa arang sekam atau bio-carbon serta feedmeal berbahan limbah organik. Bahan baku tersebut berasal dari limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ramadhan menilai inovasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi merupakan langkah positif yang perlu terus didukung. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, inovasi tersebut juga membantu mengurangi limbah pertanian di lingkungan sekitar.

"Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai kini bisa diolah menjadi komoditas ekspor. Ini menjadi contoh bahwa kreativitas dan inovasi masyarakat mampu membuka peluang ekonomi baru," katanya.

Produk bio-carbon yang dihasilkan PT ABA disebut digunakan sebagai bahan biomass dan material insulasi industri. Sementara feedmeal dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak yang memiliki kandungan nutrisi tertentu untuk kebutuhan pasar global.

Pihak PT ABA menjelaskan bahwa permintaan pasar luar negeri terhadap produk berbahan ramah lingkungan terus mengalami peningkatan. Kondisi itu menjadi peluang besar bagi industri pengolahan limbah organik di Indonesia.

"Kami melihat tren dunia saat ini bergerak menuju penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan. Karena itu kami mencoba mengolah limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bisa diterima pasar internasional," ujar perwakilan PT ABA.

Tak hanya mengandalkan inovasi produk, PT ABA juga menjaga kualitas produksi sesuai standar ekspor. Produk yang dikirim ke luar negeri harus memenuhi spesifikasi tertentu mulai dari kadar air, kualitas karbon, hingga kandungan nutrisi.

Perwakilan PT ABA menyebut lokasi Gresik yang dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi keuntungan tersendiri dalam proses distribusi ekspor. Selain mempercepat pengiriman, biaya logistik juga dinilai lebih kompetitif dibanding daerah lain.

Keberhasilan PT ABA menjadi bukti bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi apabila dikelola secara inovatif. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu keberlanjutan, langkah tersebut tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

"Dukungan infrastruktur dan legalitas ekspor yang lengkap sangat membantu kami untuk menjaga kepercayaan buyer dari luar negeri. Ini menjadi modal penting agar produk lokal bisa terus bersaing di pasar global," tandasnya.



Simak Video "Video: Menko PM Minta Tambah Anggaran Rp 1 T Dorong UMKM-Ekonomi Kreatif"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork