KPK menggeledah rumah seorang wanita pengusaha di Pacitan berkaitan pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Sugiri Sancoko, Mantan Bupati Ponorogo tersangka sejumlah kasus korupsi. Sugiri diketahui berhutang uang miliaran rupiah kepada seorang wanita pengusaha di Pacitan bernama Citra Margaretha.
Citra Margaretha, pemilik rumah yang digeledah KPK buka suara. Dia mengatakan bahwa KPK menggeledah rumahnya untuk menelusuri asal uang yang digunakan Sugiri Sancoko untuk membayar utang kepada dirinya.
"Saya kemarin kebetulan kan ngutangi Pak Sugiri, KPK menanyakan pengembaliannya dari mana? Namanya utang piutang itu kan saya enggak pernah tahu. Mau dapat dari korupsi atau dari mana kan saya nggak peduli, yang saya tahu dia bayar utang saya. Uangnya dari mana saya nggak perlu lah," ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Citra mengatakan pada intinya dirinya telah memberikan utang sejumlah uang dengan bunga 10% kepada Sugiri Sancoko, mantan Bupati Ponorogo yang saat ini menjadi tersangka sejumlah kasus dugaan korupsi di Pemkab Ponorogo.
Soal berapa banyak utang yang dipinjam Sugiri kepada dirinya, Citra mengaku tidak ingin menyebutkannya. Dia hanya menyebutkan bahwa Sugiri baru membayar cicilan yang jumlahnya cukup fantastis.
"Itu (nominal utang) nggak bisa saya sebutkan, ya. Yang jelas baru dicicil Rp 1 miliar 100 juta. Bunganya Rp 100 juta itu. Soal itu (total nominal utang) agak privacy," katanya.
Sebelumnya, penyidik KPK yang berjumlah 12 orang tuntas melakukan aktivitas diduga penggeledahan di rumah mewah berlantai 2 berpagar tinggi di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Pacitan yang ternyata milik Citra. Saat penggeledahan berlangsung, Citra sendiri sedang berada di rumahnya.
Proses penggeledahan di rumah mewah itu bila ditotal sejak mobil para penyidik KPK datang hingga tuntas dan bergeser dari rumah mencapai lebih dari 2,5 jam. Iring-iringan 3 mobil penyidik KPK terpantau bergeser dari lokasi rumah itu sekitar pukul 18.54 WIB. Ada 3 unit Innova hitam yang melesat ke arah timur melalui Jl Yos Sudarso.
Seperti halnya saat kedatangan, kepergian personel lembaga antirasuah itu juga dikawal ketat aparat kepolisian. Mobil operasional polisi tampak mengawal iring-iringan ketiga mobil tersebut.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengaku belum mengetahui secara pasti agenda ataupun kegiatan yang dilakukan KPK di wilayah hukum yang dia pimpin.
"Saya tidak tahu giat apa dan untuk apa, namun melihat permintaan bantuan kelengkapan biasanya terkait penggeledahan," terang Ayub.
