Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Malang Ny Uthe Putu Kholis menggelar silaturahmi dengan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Kapolresta menegaskan komitmennya untuk membersamai keluarga korban.
Silaturahmi berjalan hangat dan penuh hari itu digelar di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (21/1/2026).
Pertemuan ini juga sebagai wujud komitmen berkelanjutan Polresta Malang Kota untuk terus mendampingi, membersamai, serta menjaga hubungan emosional dengan keluarga korban pasca tragedi Kanjuruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mempererat komunikasi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka bagi keluarga korban untuk menyampaikan aspirasi, harapan, serta masukan kepada institusi kepolisian demi pelayanan yang lebih humanis ke depan.
Kombes Putu Kholis menegaskan, silaturahmi ini merupakan panggilan moral, baik secara pribadi maupun sebagai institusi, untuk terus hadir di tengah keluarga korban.
"Polresta Malang Kota kami harapkan bisa menjadi rumah yang menaungi, membersamai, dan selalu hadir bagi keluarga korban Kanjuruhan," ujar Kombes Putu Kholis.
Kapolresta juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan nilai-nilai kepemimpinan sebelumnya dengan pendekatan yang lebih empatik dan humanis, serta mengajak seluruh jajaran memiliki kepedulian dan empati yang sama.
Dalam dialog, Kapolresta juga memberikan kesempatan kepada perwakilan keluarga korban untuk menyampaikan uneg-uneg, keluhan, serta harapan.
Polresta Malang Kota menyatakan siap memfasilitasi berbagai kebutuhan yang masih dalam kewenangan kepolisian maupun menjembatani koordinasi dengan instansi terkait.
"Kami siap mendukung dan memfasilitasi mulai dari pendampingan bagi putra-putri keluarga korban yang berminat mengikuti seleksi anggota Polri," kata Putu Kholis.
"Serta dukungan layanan kesehatan, penjajakan beasiswa pendidikan, kemudahan layanan administrasi kepolisian, serta fasilitasi penyampaian aspirasi ke Pemerintah Kota Malang dan OPD terkait," sambungnya.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan, sekaligus menjadi penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan.
