Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Kabupaten Probolinggo. Debit air Sungai Kedung Bajul meluap lalu membanjiri Jalan Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, pada Selasa malam.
Polres Probolinggo bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus membantu masyarakat terdampak banjir. Prosedur pemantauan, pengamanan lokasi, juga pengaturan lalu lintas dilakukan demi memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Dringu Iptu Anshori menegaskan komitmen Polri dalam memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian bencana alam guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu menerima informasi adanya banjir di wilayah Dringu, kami langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk membantu warga, melakukan pengamanan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami," ujar Iptu Anshori, Selasa (23/12) malam.
Dia menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah wujud nyata pelayanan, perlindungan, dan kepedulian terhadap warga terdampak bencana alam.
Selain membantu warga, personel di lapangan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat," tambahnya.
Tak hanya melakukan penanganan darurat, personel Polres Probolinggo bersama warga juga bergotong royong membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar dari material lumpur serta sampah yang terbawa luapan air sungai.
Penanganan banjir di Kecamatan Dringu dilakukan secara terpadu bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan setempat. Diharapkan kondisi wilayah terdampak dapat segera pulih sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
