Komunitas Vobimara, Wadah Kreatif Pegiat Voice Over Malang Raya

Komunitas Vobimara, Wadah Kreatif Pegiat Voice Over Malang Raya

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 07 Jan 2026 20:15 WIB
Komunitas Vobimara, Wadah Kreatif Pegiat Voice Over Malang Raya
Momen perayaan aniversary anggota Komunitas Vobimara. (Foto: Istimewa/medsos vobimara)
Kota Malang -

Tren konten digital yang semakin berkembang ternyata telah berhasil membuat berbagai profesi di balik layar makin dibutuhkan. Salah satu profesi yang kini naik daun adalah Voice Over & Dubber.

Berbicara soal voice over & dubber, di Malang ada sebuah komunitas yang menaungi dan menjadi titik temu puluhan pegiat suara lokal. Komunitas ini dikenal dengan nama Voice Over Talent & Dubber Malang Raya atau Vobimara.

Komunitas ini resmi menancapkan eksistensi sejak 21 November 2021. Berawal dari semangat yang sama Vobimara telah merangkul 80 anggota yang terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari pemula hingga profesional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran komunitas ini bukan sekadar menjadi tempat berkumpul melainkan juga menjadi wadah komprehensif untuk belajar, berkarya, berkreasi, dan berlatih bersama dalam suasana persaudaraan yang erat.

Founder Vobimara Didik Sulistyo menceritakan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan bersama para pegiat suara atau voice over di Malang yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri. Terutama setelah terdampak Pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

"Momen berdirinya Vobimara ini berawal saat kami mencari tahu siapa saja voice over di Malang. Momen pemicunya, saat kami tahu ada senior VO ternama, Michael Runtunewe pemilik suara ikonik 'hanya di Net' sedang berada di Surabaya," kata Didik, Rabu (7/1/2026).

"Akhirnya saya bareng Sabrina dan beberapa teman satu mobil berangkat ke Surabaya untuk ngobrol sama beliau," sambungnya.

Pertemuan itu menjadi titik balik yang krusial. Didik dan rekan-rekan lainnya menyadari bahwa potensi talenta suara dari daerah, seperti Malang atau Palu, memiliki peluang yang sama besarnya dengan talenta di Jakarta.

"Kami terinspirasi bagaimana produser memilih talenta bukan karena lokasi, tapi karena karakter suaranya. Momen janjian dan berangkat bersama itulah yang jadi momen berdirinya Vobimara. Saya sebagai founder, dibantu teman-teman sebagai co-founder yang sama-sama berangkat ke Surabaya waktu itu," terangnya.

Sejak saat itu Vobimara mulai berkembang. Bahkan sampai saat ini komunitas tersebut masih secara konsisten menggelar berbagai agenda pengembangan kemampuan.

Selain itu, Vobimara terus mengenalkan dan mengedukasi masyarakat awam bahwa lewat suara juga bisa menghasilkan. Baik melalui talkshow, kelas intensif, workshop, hingga pelatihan khusus rutin diadakan untuk mengasah keahlian olah suara.

Tak jarang, mereka juga bertindak sebagai fasilitator bagi mentor-mentor ahli yang tengah melakukan kunjungan di seputaran wilayah Jawa Timur untuk berbagi ilmu langsung kepada para talenta di Malang.

Didik berharap Vobimara bisa terus menjadi jembatan bagi mereka yang ingin serius di bidang ini, tanpa harus merasa minder dengan peralatan atau lokasi.

"Kami ingin memperkenalkan bahwa profesi ini menjanjikan. Di komunitas ini kami sampaikam bahwa setiap suara pasti akam menemukan pasarnya, tinggal bagaiman suara itu dilatih atau tidak. Kami ingin Vobimara jadi tempat belajar bareng," tandasnya.

Komunitas yang mengusung slogan "Let The World Hear Your Voice" ini memiliki ambisi untuk terus mengeksplorasi berbagai kegiatan baru.




(auh/dpe)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads