Melihat Lebih Dekat Moge Listrik Ciptaan Kepala SMKN 5 Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 27 Jul 2022 15:35 WIB
Cone Kustarto Arifin bersama prototipe mogenya
Cone Kustarto Arifin bersama prototipe moge karyanya (Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Cone Kustarto Arifin, Kepala SMK Negeri 5 Malang menciptakan prototipe motor gede (moge) bertenaga listrik. Rancangan itu berawal saat mengisi waktu luang lantaran kegiatan belajar daring selama pandemi COVID-19.

Cone tak sendiri saat menciptakaan moge tersebut. Ia turut dibantu oleh rekan sesama guru lainnya. Kini, hasil karyanya akan ditampilkan di pagelaran 'Vokasiland' pada 28-31 Juli 2022 mendatang di Grand City Mall, Surabaya.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2022.

"Ini pra, puncaknya nanti pada 10 Agustus 2022, kegiatan yang sama akan digelar di Jakarta. Semoga saya bisa bertemu dengan Pak Presiden Jokowi nanti," harap Cone ditemui di SMK Negeri 5 Malang Jalan Terusan Ikan Piranha, Kota Malang, Rabu (27/7/2022).

Cone bercerita mulai merancang moge listrik sejak Maret 2020 lalu, konsisten dengan niat awal. Moge yang dibuat punya kesan vintage kekinian yang ramah lingkungan. Mengapa demikian? Karena Cone ingin ada kolaborasi dalam prototipe moge tersebut, sesuai dengan jurusan yang ada di SMKN 5.

"Jadi ini perpaduan antar berbagai latar bidang keilmuan yang ada di SMKN 5. Kearifan lokal kita ingin tunjukkan dengan ukiran kayu pada aksesoris bodi motor listrik ini. Meskipun vintage tetap kekinian," jelasnya.

Cone mengaku merancang moge listrik ini dari nol, mulai dengan membuat rangka besi sampai berlanjut jadi saat ini. Selama proses pembuatan, moge listrik buatan Cone mengalami banyak perubahan. Jika dulunya jok motor dibuat dari alumunium dengan ukiran, kini semua diganti dengan kayu ukiran model kepala Singa. Dari mulai rumah lampu, spion, jok, dan penutup tempat baterai.

"Saya buatnya mulai dari nol, beli besi untuk rangka sampai kemudian jadi seperti ini. Kenapa pilih jenis moge agar terkesan unik dan menarik jika dikendarai. Karena disini (SMKN 5) ada jurusan girya kayu, maka kita ubah semua aksesoris berbahan kayu ukir," akunya.

Menurut Cone, jika dikerjakan dengan serius maka hanya butuh waktu kurang lebih tiga bulan untuk menyelesaikan moge listrik ini. Karena kemarin saat awal pembuatan perlu banyak dilakukan perubahan, maka pembuatan jadi sedikit molor.

"Kalau dikerjakan full, sebenarnya tiga bulan selesai," tuturnya.

Lantaran proses yang cukup lama untuk mengisi waktu luang, Cone harus merogoh kocek banyak guna menyelesaikan proyek moge tersebut. Jika dihitung setidaknya, Cone sudah menghabiskan biaya hampir Rp 75 juta.

"Agak besar (biaya), karena ini kan hasil riset. Jika dulu awal pakai rantai untuk penggerak roda belakang. Sekarang kita ganti dengan hub, dan biaya untuk perubahan lain," bebernya.

Hal terpenting dari moge listrik ini adalah baterai sebagai tenaga penggerak motor. Cone mengatakan, ada 324 baterai lithium dari laptop bekas yang digabung menjadi satu sebagai sumber tenaga listrik. Besar daya yang dihasilkan kurang lebih sebanyak 2 ribu watt.

"Listriknya pakai baterai lithium punya laptop bekas, jadi rekondisi. Kita gabung jadi satu sampai jumlahnya mencapai 324 baterai. Itu sebagai sumber utama listrik," terangnya.

Cone sudah beberapa kali menjajal moge listrik buatannya ini. Pulang-pergi dari rumah ke sekolah atau berkeliling Kota Malang dan Kota Batu. Baterai memiliki daya menggerakkan motor hingga sejauh 40 kilometer.

"Baterai mampu membawa motor sejauh kurang lebih 40 kilometer. Dengan kecepatan sedang, setelah itu baterai harus di-charge kembali untuk mengisi daya," katanya.

Cone tak mengira moge listrik ini diundang untuk pameran Vokasiland di Surabaya hingga 31 Juli 2022 mendatang. Menurutnya, ini merupakan sebuah capaian yang cukup luar biasa.

"Cukup senang diundang di Vokasiland dan nanti puncaknya di Jakarta 10 Agustus," pungkasnya.



Simak Video "'Dokter' Harley asal RI di AS Latih Anak Indonesia Oprek Moge"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)