Profile Wali Kota Kediri

Lebih Akrab dengan Mas Abu yang Suka Gowes dan Duren

Hanaa Septiana - detikJatim
Kamis, 24 Mar 2022 19:15 WIB
wali kota kediri abdullah abu bakar
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama siswa (Foto: Humas Kota Kediri/detikJatim)
Kota Kediri -

Mas Abu, begitu sapaan akrab Wali Kota Kediri di tengah masyarakatnya. Pria bernama lengkap Abdullah Abu Bakar itu memang dikenal dekat dengan masyarakatnya. Dirinya juga kerap kongkow bersama anak muda Kota Kediri di luar jam kerja.

Mas Abu dilantik menjadi Wali Kota Kediri untuk periode kedua pada 29 April 2019. Saat Pilkada, pasangan Abu-Lilik Muhibbah diusulkan oleh PAN dan Nasdem serta diusung oleh Partai Demokrat dan PKS. Namun, pada awal 2020, Mas Abu harus memimpin Kota Kediri sendiri. Sebab, sang Wakil Wali Kota, Lilik, meninggal dunia karena sakit.

Sebelumnya, Mas Abu juga pernah menjabat Wakil Wali Kota Kediri periode 2009-2014 dan Wali Kota Kediri periode 2014-2019. Begitu lama menjadi kepala daerah, ternyata Mas Abu termotivasi sebuah hal.

"Motivasi saya, untuk merubah sesuatu itu harus melalui jalan politik. Kalau mau memperbaiki sebuah kota, ya saya harus menjadi wali kota. Ini ikhtiar saya," ujar pria asli Kediri itu kepada detikJatim, Kamis (24/3/2022).

Dia mengungkapkan bahwa menjadi kepala daerah sangatlah berkesan. Sebab, sudah banyak kemajuan di Kota Kediri berkat hasil kerja seluruh stakeholder.

"Saya senang sih saat ini sudah nampak hasil-hasil dari kerja kami. Kampung-kampung sudah keren dengan adanya Prodamas. Inflasi terjaga. Pertumbuhan ekonomi juga relatif stabil, kecuali tahun 2020 karena adanya pandemi," papar suami dari Ferry Silviana itu.

Tidak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri juga terus naik, layanan kesehatan sudah menjangkau seluruh masyarakat. Serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK telah didapat sebanyak 7 kali sejak 2014.

"ASN support banget pada saya. Jadi pemerintahan jalan dengan lancar, target-target yang kami canangkan juga masih on track. Adanya pandemi ini membuat Pemkot Kediri lebih adaptif dan berusaha membuat semuanya jadi efisien dalam bekerja," imbuh pria yang pernah menempuh pendidikan di Solo, Kediri, dan Yogyakarta itu.

Dirinya memiliki Ada 10 program unggulan pada periode kedua ini. Di antaranya Prodamas Plus, Service City Card, Open And Clean Government, Asuransi Kesehatan Universal, Home care Kondisi Darurat, Pendidikan gratis dan berkualitas, Pengembangan usaha milik RW, Penciptaan 12 ribu wirausaha baru, dan 1 kelurahan 1 RTH dan Kampung Keren.

"Seluruh program ini muaranya adalah kesejahteraan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Saya ingin dengan program-program yang ada, masyarakat benar-benar merasakan dampak dan menikmati hasil pembangunan," kata bapak 4 anak itu.

Ke depan, Mas Abu berharap, Kota Kediri menjadi kota yang nyaman. Serta dapat menjadi tujuan atau pusat aktivitas bagi masyarakat.

"Akan ada bandara dan jalan tol. Sudah ada 3 kampus negeri dan kampus swasta di sini. Harapannya ini akan memberi manfaat untuk masyarakat Kota Kediri. Baik di sisi ekonomi maupun kualitas yang tercermin dari IPM yang tinggi," tutur pria 42 tahun itu.

wali kota kediri abdullah abu bakarWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kiri) Foto: Humas Kota Kediri

Saat menjadi kepala daerah, ternyata Mas Abu sempat menyambi menjadi pengusaha. Usaha tersebut kini didelegasikan pada orang lain untuk pengelolaannya. Dia pun mengungkap persamaan antara kepala daerah dengan pengusaha.

"Sama-sama harus memuaskan konsumen. Kalau di dunia usaha konsumen kita ya pembeli maupun pelanggan penikmat jasa kami. Nah kalau jadi kepala daerah ini konsumennya masyarakat dan stakeholder lain. Jadi, kita harus memastikan mereka bisa mendapat hak," jelas Mas Abu.

Selain itu, Mas Abu pun pernah menjajal profesi sebagai sales kartu kredit hingga manajer semasa muda. Namun, motivasinya untuk terjun ke politik sangat kuat.

"Kalau jadi pengusaha rasanya kemampuan kita sangat terbatas, kalau terjun ke politik dan menjadi kepala daerah, kan bisa membuat kebijakan yang pro pada perubahan dan kita bisa memperjuangkannya," imbuh pria yang mulai menjadi kepala daerah di usia 29 tahun itu.

Semangat untuk terjun ke politik itu lantas ditularkan Mas Abu kepada anak muda di sekitarnya. Dirinya kerap terlihat kongkow dengan anak muda untuk sekedar berbincang, menjaring aspirasi, dan memberi inspirasi.

"Pertama, karena anak muda itu masih banyak yg apatis soal politik, maka saya berusaha agar mereka mulai aware. Mereka kritis, tapi kadangkala tidak tahu saluran komunikasinya. Terlebih, kita harus tahu kebutuhan anak muda. Dan, anak muda itu tidak aneh-aneh dan tidak money oriented," pungkas Mas Abu.

Selama menjadi kepala daerah, Mas Abu juga menyebut bahwa dirinya memiliki sedikit waktu senggang. Namun, dia selalu berusaha meluangkan waktu untuk keluarga atau mengerjakan hal yang disukai jika memiliki waktu senggang.

"Mengantar anak sekolah, main musik bareng mereka, atau ngobrol tentang sekolahnya. Belajar hal baru sesekali juga saya lakukan biar terus up to date," tandas Mas Abu.

Di samping itu, Mas Abu ternyata juga memiliki sejumlah hobi. Seperti gowes di berbagai jalur menantang sejumlah daerah hingga kulineran.

"Weekend selalu saya agendakan untuk gowes. Pas banget karena di sekitar Kota Kediri banyak sekali jalur menantang dengan pemandangan yang keren. Seperti Kelud dan Dolo di Kabupaten Kediri, Tunggul Manik dan Lok 9 di Tulungagung. Kalau di Blitar ada Sirah Kencong. Kadang juga gowes sampai ke Malang," tutur Mas Abu.

Untuk kuliner, dia menganggap semua menu khas Kediri sangat nikmat. Misalnya Soto Podjok, Pecel Tumpang, Tahu Takwa, dan Nasi Goreng Anglo.

"Tapi yang jelas kalau lihat durian enggak bisa nolak," kata dia lantas tertawa.

Di akhir wawancara, dia juga mengungkapkan makna kepemimpinan versi Abdullah Abu Bakar (dirinya). Bagi Mas Abu, kepemimpinan adalah melayani.

"Pemimpin harus bisa memenuhi kebutuhan orang lain, membantu orang lain tumbuh, dan memberikan peluang bagi orang lain untuk mendapatkan penghargaan secara materiil dan emosional. Nah, pemimpin harus punya cara bagaimana amanah yang diberikan bisa berdampak kepada banyak orang," tutup Mas Abu.



Simak Video "Melihat Keseruan Balap Perahu Nelayan di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)