Senin, 26 November 2012, Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Emil Budi Santoso. Pengusaha ekspedisi dan toko obat itu dinilai terbukti membunuh istri simpanannya, Eka Indah Wijayanti (27) yang mayatnya disimpan dalam tabung selama 2 bulan.
Mendengar vonis itu, Emil yang mengenakan kemeja bahu panjang warna abu-abu dan rompi merah hanya diam tertunduk lesu. Vonis yang diterimanya Emil ini sebenarnya lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 17 tahun pidana penjara.
Cerita kasus pembunuhan ini bermula dari pertemuan Emil dan Indah di sebuah apotek di Yogyakarta pada 2007. Keduanya kemudian menjalin asmara, meskipun Emil telah mempunyai istri dan tiga anak.
Indah yang juga mabuk asmara lantas bersedia dinikahi Emil dengan status istri simpanan. Singkat cerita, Indah hamil dan berangkat ke Surabaya pada 17 September 2011. Tujuannya hendak meminta tanggung jawab Emil.
Perempuan asal Grobogan Jawa Tengah itu sempat diajak hidup berpindah-pindah oleh Emil dari kos, hotel bahkan tidur dalam mobil yang diparkir di SPBU dan minimarket di Kota Surabaya.
Lelah dengan berpindah-pindah, Emil akhirnya membawa Indah ke rumahnya di Jalan Kapas Krampung. Indah saat itu diperkenalkan Emil ke istrinya sebagai asisten rumah tangga yang baru direkrutnya.
Semua tampak berjalan dengan lancar, hingga pada Sabtu 11 Februari 2012 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu keduanya bertengkar hebat. Emil menuding Indah punya pria idaman lain (PIL) selama tinggal di Yogyakarta sebelumnya. Namun semua tudingan itu dibantah mentah-mentah Indah.
Saat adu mulut semakin hebat, Emil lantas mengambil batangan besi dan menghantamkan ke kepala Indah sebanyak 9 kali. Perempuan yag tengah hamil itu tewas dengan bersimbah darah.
Emil yang panik lantas membawa jasad Indah ke kamar mandi dibersihkan dan dibawa ke lantai 3. Namun setelah tiga hari, jasad mulai mengeluarkan bau tak sedap. Emil terbersit memutilasi untuk menghilangkan jejak. Tapi rupanya ia tak tega.
Pernah juga Emil berpikir ingin mengubur di halaman taman rumah, namun lagi-lagi juga urung dilakukan. Ia kemudian mempunyai ide menyembunyikan mayat Indah di dalam tabung besi.
Untuk mewujudkan gagasannya, ia lantas pergi ke Ngagel membeli tabung besi tiang reklame seharga Rp 800 ribu. Emil juga membeli peralatan las serta belajar singkat mengelas kepada tetangganya.
Tabung pesanan Emil akhirnya tiba di rumah, mayat Indah kemudian dibungkus plastik dan dimasukkan ke tabung lalu dilas. Tabung kemudian ditaruh di garasi sekitar 2 bulan.
Sebenarnya Emil berencana mengirim tabung berisi mayat Indah ke daerah asalnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana ia ingin menguburkan mayat Indah. Namun belum sempat dikirim, rencanan itu terbongkar.
Hal ini berawal dari keluhan warga setempat yang sudah berhari-hari mencium bau busuk. Seorang warga yang pernah dimintai tolong Emil mengelas lantas buka suara bahwa bau tersebut berasal dari rumah Emil.
Informasi bau busuk mayat itu dari dari rumah nomor 210 itu lantas diteruskan ke polisi pada Sabtu 3 Maret 2012. Hari itu juga, polisi langsung menuju ke rumah Emil.
Kedatangan petugas sempat ditolak, Emil. Namun saat didesak, Emil pun tak kuasa menahannya. Di dalam rumah polisi lantas mencurigai sumber bau dari sebuah tabung besi berdiameter 43 cm dan tinggi 173 cm.
Lagi-lagi saat didesak, Emil berkelit. Namun pada akhirnya, Emil tak berkutik dan mengakui bahwa tabung tersebut berisi mayat. Meski telah mendapat pengakuan dari Emil, mengeluarkan mayat dari tabung ternyata bukan perkara mudah.
Petugas pun harus mengelas dengan hati-hati untuk membuka tabung. Mayat Indah dengan kondisi telanjang dengan 14 lapis plastik dan telah membusuk kemudian dikeluarkan secara hati-hati dan dievakuasi ke rumah sakit untuk proses autopsi.
Sementara Emil langsung dikeler ke kantor polisi. Di hadapan penyidik, Emil mengakui membunuh Indah karena cemburu. Rencananya untuk membawa dan menguburkan mayat Indah ke Flores pun tak pernah terjadi.
Crime Story merupakan rubrik khusus yang mengulas kisah kriminal yang pernah terjadi di Jatim. Crime Story tayang setiap Jumat.
Simak Video "Video: Rombongan Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air"
(auh/abq)