Debt Collector Peras Wanita Gresik-Ancam Sebar Foto Porno Editan

Debt Collector Peras Wanita Gresik-Ancam Sebar Foto Porno Editan

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 07 Okt 2026 15:05 WIB
Foto korban setelah diedit oleh pelaku debt collector di Gresik
Foto korban setelah diedit oleh pelaku debt collector di Gresik/Foto: Istimewa
Gresik -

Nasib pilu dialami seorang perempuan di Kabupaten Gresik, berinisial BPS. Wanita berusia 34 tahun, warga Manyar, Gresik itu mengalami dugaan pemerasan dan pengancaman yang dilakukan Dept Collector (DC) Pinjol (Pinjaman Online) ilegal.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Selasa (22/9/2026) pagi, sekitar pukul 08.10 WIB. Korban awalnya menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku terkait tagihan aplikasi pinjaman online.

Dalam komunikasi tersebut, korban diminta membayar tagihan sebesar Rp 1,6 juta. Jika tidak membayar, korban diancam akan disebarkan data pribadi termasuk foto tak senonoh hasil editan yang dilakukan DC pinjol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban kemudian melakukan pembayaran pinjaman online tersebut melalui rekening yang diberikan pelaku. Setelah korban melunasi pinjol tersebut, korban kemudian mengecek aplikasi pinjol tersebut dan dinyatakan lunas.

ADVERTISEMENT

Namun, tak lama kemudian, korban kembali mendapat pesan WhatsApp dari nomor berbeda. Kali ini, korban diminta membayar Rp 2,9 juta.

Pelaku disebut mengancam akan menyebarkan data pribadi korban apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi. Korban juga diancam dengan penyebaran konten pribadi melalui media sosial Facebook di grup-grup Gresik.

Lantaran takut ancaman tersebut benar-benar dilakukan, korban akhirnya kembali melakukan transfer sejumlah uang kepada pelaku.

Setelah melakukan pembayaran, korban menyadari bahwa dirinya merasa tidak pernah mengajukan pinjaman pada aplikasi yang disebut oleh pelaku.

Korban yang merasa diperas oleh DC pinjol akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Manyar. Didampingi suaminya, BPS mendatangi Polsek Manyar untuk melaporkan kejadian tersebut.

Saat berada di Polsek Manyar, korban hanya bisa menangis dan kebingungan lantaran uang tersebut harusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Di saat bersamaan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang saat itu berada di Polsek Manyar langsung mendatangi korban.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, saat itu ia sedang melakukan pengecekan pelayanan di Polsek Manyar.

"Saat melakukan kunjungan pelayanan di Polsek Manyar, kita melihat korban menangis saat membuat laporan. Kita arahkan langsung ke Polres Gresik," kata Ramadhan, Rabu (7/10/2026).

Saat ini, pihak Satreskrim Polres Gresik sedang melalukan penyelidikan dan pemeriksaan.

"Masih penyelidikan dan pemeriksaan," pungkas Ramadhan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads