Sebuah video viral memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga pegawai bank plecit yang kerap dikaitkan dengan rentenir dimassa oleh warga. Dalam keterangan di video itu disebutkan bahwa pengeroyokan terjadi di wilayah Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Dalam video berdurasi 41 detik itu tampak pertikaian dan aksi kekerasan di tepi jalan raya itu melibatkan sejumlah warga terhadap seorang pria yang diduga petugas atau pegawai bank plecit. Kejadian yang berlangsung di area pemukiman warga dan tepi jalan itu sempat menyita perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
Belum diketahui pasti penyebab pria itu dimassa oleh warga. Namun banyak warganet berspekulasi bahwa pengeroyokan itu dipicu oleh ketegangan antara nasabah dan pegawai bank plecit saat proses penagihan atau penyelesaian urusan pinjaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video itu pun mendapat puluhan komentar dari netizen. Banyak yang meminta agar nasabah lebih baik membayar hutang dari pada melakukan aksi penganiayaan.
"Walah nek utang gak iso bayar iku yo ojok utang rek. Lek aku dingunukno yo langsung jalur hukum (kalau utang tidak bisa bayar yang jangan berutang, Rek. Kalau aku dibegitukan ya langsung ke jalur hukum)," tulis akun indri_kitty_27, seperti yang dilihat detikJatim, Kamis (1/10/2026).
"Giliran utang banter, wayahe ditagih kok keroyokan. Wong kok unik (giliran utang cepat, tapi begitu ditagih kok main keroyokan. Orang kok unik)," tulis akun rkzth.
Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Manyar AKP Muhammad Gifari mengatakan pihaknya telah mengetahui video tersebut. Namun, pihaknya belum mendapatkan laporan dari pihak korban.
"Benar, kami sudah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut, tapi kita masih belum menerima laporan," kata Gifari.
Meski demikian, kata Gifari, pihaknya akan melakukan penyelidikan. Saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan Satreskrim Polres Gresik dan sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus pengeroyokan itu.
"Saat ini pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Manyar bersama Satreskrim Polres Gresik sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengusut tuntas penyebab pasti serta kronologi kejadian tersebut," kata Gifari.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dalam menyelesaikan perselisihan atau masalah keuangan dengan pihak mana pun, serta menyerahkan penanganan perkara hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
(auh/dpe)
