IR (22), wanita yang menghabisi pacarnya MF (23) hingga tewas di Menganti, Gresik buka suara setelah ditahan. Ia semapt mengaku ingin mengakhiri hidupnya setelah menghabisi korban, namun niat itu diurungkan.
Pengakuan itu disampaikan pelaku saat ditemui detikJatim. Dia mengatakan sempat berada dalam kondisi emosional setelah menyadari tunangannya tewas di tangannya.
"Sebenarnya mau bunuh diri. Dicoba-coba nggak bisa," kata pelaku, Selasa (6/10/2026).
Hingga pada pagi harinya, pelaku kemudian memutuskan menghubungi nomor 110 untuk menyerahkan diri. "Iya, langsung telepon 110 terus gak lama polisi datang ke toko," pungkasnya.
Polisi kemudian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan IR. Kepada polisi pelaku mengaku telah menusuk leher korban hingga tewas pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 02.00 WIB, korban tidak langsung tewas di tempat. Korban sempat melakukan perlawanan sengit dengan membekap pelaku.
"Pas setelah saya tusuk lehernya, dia langsung membekap saya dan melakukan perlawanan. Darah dari lehernya mengucur menutupi wajah saya," kata IR.
Dalam posisi terdesak di bawah himpitan korban dengan wajah tertutup kucuran darah, pelaku meraba-raba lantai mencari pisaunya yang terlepas. Begitu pisau dia temukan lagi, pelaku menyabetkan membabi buta ke arah korban hingga lemas dan akhirnya tewas.
Pelaku baru bisa terbebas setelah merangkak keluar dari bawah jasad korban. Setelah berhasil keluar dari bawah himpitan jasad kekasihnya, pelaku yang panik sempat berupaya mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo membenarkan adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan pelaku. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
"Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik iya (mau bunuh diri). Dan kita temukan barang bukti berupa buku yang berisi pesan wasiat," kata Pras singkat.
Sementara itu, Suwari, pihak keluarga sekaligus kuasa hukum korban mengatakan masih mempertanyakan motif di balik peristiwa tersebut. Menurutnya, pihak keluarga ingin memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kematian korban terungkap dalam proses penyidikan.
"Kalau memang ini terjadi sebuah perencanaan dan apakah ada motif lain? Karena seorang (pelaku) sekecil itu dan wajahnya polos sekali, kok bisa melakukan tindakan setragis itu," ungkap Suwari.
Suwari menambahkan, pihak keluarga juga akan mengawal proses hukum kasus tersebut. Keluarga juga meminta penyidik mengembangkan penyelidikan apabila ditemukan indikasi adanya pihak lain yang terlibat.
"Kita tunggu penyelidikan pihak kepolisian, apakah ada pihak lain yang turut membantu pelaku. Info awal dari penyidik ada dugaan pembunuhan ini direncanakan," tambahnya.
Pihak keluarga, lanjut Suwari, berharap pelaku mendapat hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya. Terlebih, keluarga korban dan IR sebelumnya saling mengenal karena tinggal bertetangga.
"Keluarga semua kenal pelaku. Kalau pacaran iya keluarga semua tahu, ya kan namanya anak muda. Tapi kalau tunangan, belum. Karena keluarga tidak ada yang tahu soal tunangan itu," pungkasnya.
Simak Video " Video ASN Gresik Terseret Kasus Penipuan CPNS, Polisi Turun Tangan "
(auh/abq)