Ledakan tabung LPG di RM Nasi Tempong Sri Dewi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya terjadi saat koki sedang memasak. Koki tersebut sempat mencium bau gas.
Hal ini diungkapkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan saat mengunjungi lokasi kejadian.
"Tadi sekitar pukul 07.00 (WIB) ketika koki sedang memasak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie di lokasi, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari informasi yang dihimpun, sebelum terjadi ledakan di ruko N1 nomor 62 ini, alarm LPG sempat berbunyi. Namun, karyawan tidak sempat menyelamatkan diri karena kejadian berlangsung sangat cepat.
Luthfie menyebut, ledakan awal berasal dari selang LPG 50 kg hingga merembet ke dua LPG lain di lokasi.
Luthfie juga mengatakan, ada 5 korban luka-luka akibat ledakan tersebut. Saat ini para korban telah dilarikan di Rumah Sakit Haji.
"Kemudian untuk korban, saat ini ada empat korban laki-laki, kemudian satu korban perempuan. Sudah dirawat di Rumah Sakit Haji. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan," tandasnya.
Pantauan detikJatim di lokasi, belasan ruko terdampak ledakan. Kaca sejumlah ruko di seberang lokasi serta bagian kanan dan kiri bangunan sumber ledakan tampak pecah.
Sejumlah petugas kepolisian, INAFIS, Gegana, hingga pemadam kebakaran berada di lokasi. Tim Gegana juga terlihat masuk ke dalam ruko yang menjadi lokasi ledakan.
Pemilik dan karyawan sejumlah toko yang terdampak masih menunggu di lokasi masing-masing. Sementara Jalan Kalisari Utara di kawasan Pakuwon City, San Antonio, ditutup untuk proses penanganan.
Sebelumnya, sebanyak 5 korban luka dilaporkan dibawa ke RS Haji Sukolilo Surabaya. Kelima korban diduga mengalami luka bakar. Informasi tersebut dibenarkan salah satu petugas PMK Surabaya.
"Info terakhir ada korban luka di bawa ke RS Haji," kata petugas PMK Surabaya.
Petugas tersebut juga membenarkan informasi sementara terkait jumlah korban luka.
"Siap info yang diterima sementara betul (5 korban luka)," imbuhnya.
Ledakan terjadi pada Selasa (6/10) sekitar pukul 07.11 WIB. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke layanan 112 Surabaya.
