Mercy dan Belasan Kendaraan Rusak Akibat Ledakan di Pakuwon City

Mercy dan Belasan Kendaraan Rusak Akibat Ledakan di Pakuwon City

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 06 Okt 2026 11:25 WIB
Lokasi ledakan di klaster San Antonio Pakuwon City Surabaya.
Lokasi ledakan di klaster San Antonio Pakuwon City Surabaya.(Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim)
Surabaya -

Ledakan di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10) pagi, tidak hanya merusak bangunan. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Pantauan detikJatim, sejumlah kendaraan yang terdampak berada di dalam area ledakan yang telah dipasangi garis polisi. Kendaraan tersebut terdiri dari sekitar empat mobil, 11 motor, dan satu truk.

Tiga sepeda motor mengalami kerusakan paling parah. Ketiganya terparkir tepat di depan RM Nasi Tempong Sri Dewi saat ledakan terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara sejumlah mobil yang terdampak di antaranya BYD, Toyota, Mercedes-Benz, dan Suzuki.

ADVERTISEMENT

Selain kendaraan, ledakan juga mengakibatkan puluhan bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan pihaknya telah mendata dampak ledakan tersebut.

"Sampai saat ini ada kurang lebih 41 yang mengalami rusak, berupa pecah kaca sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat. Dan terus kita akan dalami kembali," kata Luthfie kepada wartawan di lokasi, Selasa (6/10/2026).

Luthfie merinci 41 bangunan yang terdampak tidak hanya berupa ruko. Sejumlah rumah yang berada di belakang lokasi ledakan juga mengalami kerusakan.

"Ada ruko yang di seputaran lokasi ini, kemudian 15 itu rumah yang di belakang. Rusak parahnya lima, yang lainnya rusak ringan aja ya," ujarnya.

Sementara itu, Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi mengatakan hasil penyelidikan tidak menemukan bahan peledak maupun unsur yang mengandung bom di lokasi.

"Tapi lebih ke arah ini ledakan sebetulnya BLEVE. Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpemicu itu akan meledak, berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads