Kronologi Warga Malang Kehilangan Motor Diduga Diperas Oknum Kades

Kronologi Warga Malang Kehilangan Motor Diduga Diperas Oknum Kades

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 24 Sep 2026 20:40 WIB
Tangkapan layar video viral dugaan pemerasan di Malang.
Tangkapan layar video viral dugaan pemerasan oleh Kades modus pencurian motor warganya di Malang. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Seorang warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Malang mencium kejanggalan penemuan sepeda motor miliknya yang sempat hilang. Korban menduga adanya permainan hingga tindakan pemerasan yang melibatkan oknum kepala desa (kades) dan perangkat desa setempat yang tiba-tiba meminta uang tebusan Rp 1 juta.

Kecurigaan mendalam dirasakan oleh anak korban, Okta (26). Ia menilai sangat tidak masuk akal motor ayahnya yang raib bisa langsung ditemukan oleh pihak desa padahal keluarga sama sekali belum pernah menyebarkan foto kendaraan maupun menghafal pelat nomornya.

"Keesokan harinya, jam 9 pagi, salah satu perangkat desa inisial N datang ke rumah karna dia masih saudara. N bilang motornya ketemu di kalipare, tempatnya jauh dari rumah saya. Saya curiga kenapa motornya bisa ketemu padahal motor itu baru beli 1 bulan dan kami tidak punya foto maupun tidak ingat pelatnya. Mustahil jika motor itu ketemu tanpa tau foto motor dan platnya, karna kami tidak memberikan info tersebut," tegas Okta saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Dugaan Pemerasan Berkedok Temukan Motor Hilang

1. Motor Hilang Tiba-Tiba Ditemukan-Diminta Nebus Rp 1 Juta

Peristiwa ini berawal saat ayah Okta kehilangan sepeda motor Honda Supra Fit di area kebun jeruk pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Ini merupakan musibah kedua, setelah motor pertama mereka raib di depan rumah pada Agustus 2026 lalu.

Namun, tanpa adanya laporan polisi maupun informasi visual kendaraan yang disebar, perangkat desa mendatangi rumah korban pada Rabu (23/9/2026) pagi. Perangkat desa mengklaim kades telah menalangi uang tebusan di Kalipare dan meminta keluarga korban menggantinya.

ADVERTISEMENT

"Tapi tiba-tiba besoknya tanggal 23 September jam 09.00 pagi itu tiba-tiba perangkat desa tiba-tiba datang ke rumah dan langsung bilang motornya ketemu di Kalipare dan minta tebusan Rp 1 juta," tutur Okta.

"Katanya pakai uang Pak Kades, dan kami harus mengganti Rp 1 juta," tambahnya.

2. Oknum Kades Marah Saat Diminta Sebutkan Pelaku Pencurian

Merasa ada yang tidak beres, Okta bersama ayahnya mendatangi kantor desa sekitar pukul 13.00 WIB. Motor tersebut memang ada di lokasi dengan kondisi lubang kunci dan kabel rusak.

Ketenangan berubah jadi perdebatan saat Okta merekam momen penyerahan uang dan mendesak agar pihak desa membeberkan siapa pelaku pencurian yang menyerahkan motor tersebut.

"Tapi karena tahu saya memvideo, mereka marah dan memaki bapak saya. Uang yang kami serahkan Rp 1 juta, kemudian dikembalikan separuhnya Rp 500 ribu," ungkap Okta.

"Sebenarnya di video itu, saya mau bayar asal saya tahu pelaku. Tapi mereka gak mau kasih tahu. Setelah itu, karena saya disuruh pulang sama Kakak, uangnya saya kasihkan ke langsung ke Kades Rp1 juta. Setelah saya sampai rumah sekitar ada 20 menit atau setengah jam-an ada perangkat desa yang mengembalikan Rp 500 ribu," jelasnya.

3. Korban Resmi Lapor ke Polisi

Tak terima dengan dugaan pemerasan dan kejanggalan tersebut, Okta resmi melaporkan oknum kades dan perangkat desa ke Polres Malang.

"Hari ini saya sudah melapor ke Polres Malang, soal pemerasan. Yang kami laporkan perangkat desa serta kades," ujar Okta.

Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan mendalam.

"Korban sudah melapor, sekarang dalam penyelidikan Reskrim," tegas Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads