Warga Malang 2 Kali Kehilangan Motor Diduga Diperas Oknum Kades

Warga Malang 2 Kali Kehilangan Motor Diduga Diperas Oknum Kades

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 24 Sep 2026 19:27 WIB
Tangkapan layar video viral dugaan pemerasan di Malang.
Tangkapan layar video viral dugaan pemerasan di Malang. (Foto: Istimewa)
Malang -

Seorang warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, diduga menjadi korban pemerasan oknum kades beserta perangkat desa. Kasus bermula ketika korban kehilangan motor saat diparkir di area kebun miliknya September 2026 lalu.

Peristiwa menimpa korban ini pun viral, setelah video pertemuan anaknya bersama oknum perangkat desa yang meminta uang tebusan diunggah ke media sosial.

Okta (26), anak korban mengaku telah melaporkan dugaan pemerasan ini ke Polres Malang. Ia berharap polisi dapat mengungkap dan keluarganya bisa mendapatkan keadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini saya sudah melapor ke Polres Malang, soal pemerasan. Yang kami laporkan perangkat desa serta kades," ujar Okta saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Okta menceritakan, pemerasan ini berawal saat ayahnya kehilangan motor Honda Supra Fit yang diparkir di area kebun jeruk milik orang tuanya pada 22 September 2026 pukul 23.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Ini merupakan motor kedua yang dimiliki orang tua Okta yang hilang diduga dicuri. Pertama, motor yang diparkir depan rumah raib pada 10 Agustus 2026.

"Waktu bapak mau pulang dari kebun 22 September kemarin, motornya hilang. Ini motor kedua, motor pertama hilang di rumah Agustus lalu," tuturnya.

Saat kebingungan mencari motornya yang hilang, orang tua Okta bertemu dengan kepala desa, perangkat desa, serta beberapa orang di lokasi.

"Berhubung mereka ada di sana, bapak minta tolong untuk menghubungi keluarganya, agar bisa dijemput. Karena motornya hilang. Akhirnya adik saya menjemput bapak," sambungnya.

Singkat cerita, esok harinya keluarga Okta mendapat kabar bahwa motor yang hilang telah ditemukan di wilayah Kalipare, Malang. Kabar itu diterima dari salah satu perangkat desa yang mendatangi rumah korban.

Okta pun terkejut, karena sejak awal bapaknya tak melaporkan kehilangan motor kepada polisi, apalagi menunjukkan foto motor yang hilang.

"Tapi tiba-tiba besoknya tanggal 23 September jam 09.00 pagi itu tiba-tiba perangkat desa tiba-tiba datang ke rumah dan langsung bilang motornya ketemu di Kalipare dan minta tebusan Rp 1 juta," bebernya.

Waktu itu perangkat desa menyampaikan bahwa kepala desa telah menebus dan keluarga Okta harus mengganti dengan nominal yang sama.

"Katanya pakai uang Pak Kades, dan kami harus mengganti Rp 1 juta," tegasnya.

Setelah bolak balik mendatangi kantor desa setempat, Okta mengaku sekitar pukul 13.00 WIB, motor milik orang tuanya telah berada di kantor desa.

Ia pun bersama orang tuanya kemudian bertemu kepala desa beserta perangkat untuk memberikan uang ganti tebusan sebesar Rp 1 juta.

"Tapi karena tahu saya memvideo, mereka marah dan memaki bapak saya. Uang yang kami serahkan Rp 1 juta, kemudian dikembalikan separuhnya Rp 500 ribu," ungkap Okta.

Okta mengaku sempat terjadi perdebatan saat dirinya menginginkan agar dibantu menunjukkan siapa pelaku yang mencuri motor orang tuanya sehingga kades bersama perangkat desa bisa mengetahui dan mengamankan motor tersebut?

"Sebenarnya di video itu, saya mau bayar asal saya tahu pelaku. Tapi mereka gak mau kasih tahu. Setelah itu, karena saya disuruh pulang sama Kakak, uangnya saya kasihkan ke langsung ke Kades Rp1 juta. Setelah saya sampai rumah sekitar ada 20 menit atau setengah jam-an ada perangkat desa yang mengembalikan Rp 500 ribu," bebernya.

Ditanya apakah ada kerusakan pada motor orang tuanya yang sempat hilang. Okta menyatakan bahwa ada kerusakan pada bagian kunci serta kabel.

"Ada yang rusak kuncinya dan kabel," jawabnya.

Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono membenarkan adanya laporan korban. Dugaan adanya tindak pidana tersebut sedang diselidiki Satreskrim Polres Malang.

"Korban sudah melapor, sekarang dalam penyelidikan Reskrim," tegas Budiono.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads