Status Misnaji (50), warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Sampang, yang tewas di tangan menantunya terungkap. Polisi menyebut korban ternyata merupakan mertua tiri pelaku.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan korban merupakan ayah tiri dari istri tersangka MD (26). Misnaji telah menjadi ayah tiri istri pelaku sekitar tiga tahun sebelum korban menikah.
"Untuk pelaku sendiri inisial MD laki laki umur 26 tahun alamat Desa Mambulu, Kecamatan Tambelangan, jadi dia itu sekaligus menantu tiri dari korban," kata Anang, Rabu (23/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang menyampaikan pemicu pelaku sakit hati terhadap korban karena merasa bising dengan suara sound system. Kemarahan pelaku juga terakumulasi beberapa kali sakit hati sebelumnya dengan korban.
"Kejadian pembunuhan ini dipicu luapan emosi saat itu dan juga sakit hati pelaku di masa masa lalu," lanjutnya.
Berdasarkan pengakuan MD, emosinya memuncak saat anaknya tidak bisa tidur karena suara sound system yang dianggap terlalu bising. Saat itu, Misnaji disebut tengah duduk santai mendengarkan musik.
"Saya semakin emosi saat mengingat cerita istri saya tentang (mengalami pelecehan) dia," kata MD.
"Saya gelap mengingat (pelecehan) itu, saya lihat ada calok (parang) di atas meja dekat mertua saya duduk," imbuhnya.
Informasi yang dihimpun detikJatim, persoalan antara MD dan Misnaji juga diduga berkaitan dengan masalah utang.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut MD pernah mengambil perhiasan milik mertuanya senilai sekitar Rp 30 juta. Setelah hal itu terungkap, MD disebut diminta mengganti kerugian tersebut.
"Pelaku diminta mengganti perhiasan milik istri Misnaji dengan uang tunai setelah kejadian pencurian tersebut terungkap," ungkap sumber yang enggan disebut namanya tersebut.
Hubungan keduanya disebut semakin memburuk setelah persoalan tersebut terungkap. Terlebih, MD disebut tidak kunjung menepati janjinya untuk mengganti kerugian dalam waktu tiga bulan.
"Mungkin tidak tahan dengan sindiran mertuanya itu," tandasnya.
