Muncul Korban Lain Kasus Pelecehan Modus Konten Boneka di Tunjungan

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 21 Sep 2026 12:45 WIB
Pemilik akun pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Dugaan pelecehan seksual dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya, disebut tak hanya dialami satu perempuan. Seorang perempuan berinisial CR menghubungi ASN, yang sebelumnya mengungkap dugaan kejadian serupa melalui media sosial.

Kepada ASN, CR mengaku mengalami kejadian yang diduga serupa bersama temannya. Peristiwa itu disebut terjadi beberapa hari lalu.

"Bisa di-share juga (ada dugaan korban lain DM) 'Kak thank youu buat utasmu di Threads. Kejadian di aku sama temenku'," ujar ASN saat dimintai konfirmasi detikJatim, Senin (21/9/2026).

Korban berinisial CR itu menyebut ada empat orang yang terlibat dalam kejadian yang dialaminya.

Kasatres PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari pun mengimbau masyarakat yang mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan atau pelecehan seksual untuk melapor.

"Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual. Laporkan jika mengetahui hal tersebut," tutur Melatisari.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan ramai dibicarakan di media sosial. Seorang warganet di Threads mengingatkan perempuan agar berhati-hati terhadap sekelompok pria yang disebut kerap menawarkan pembuatan konten di kawasan tersebut.

Salah satu korban berinisial ASN mengaku pernah diajak membuat konten tersebut pada 5 Agustus 2026. Saat itu ia sedang jalan-jalan bersama temannya. Sekitar tengah malam, keduanya hendak pulang dan berjalan menuju parkiran di kawasan Jalan Tunjungan.

Tiba-tiba, dua pria menghampiri mereka. Keduanya menawarkan pembuatan konten dengan boneka yang disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 20 detik.

"Tiba-tiba ada dua cowok nyegat kita. Bilang, 'Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," kata ASN saat dimintai konfirmasi detikJatim, Sabtu (20/9/2026).

ASN mengaku langsung menolak tawaran tersebut. Namun temannya akhirnya menyetujui ajakan itu karena merasa tidak enak. ASN sempat membujuk temannya agar tidak ikut. Namun dia justru ditarik untuk terlibat dalam pengambilan video tersebut.

Keduanya kemudian diminta melakukan pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda. Menurut ASN, konsepnya sama.

"Disuruh take konten itu tiga kali, dengan orang yang berbeda tapi konsep videonya sama semua. Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," bebernya.



Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork