Ketawa-ketawa di Konten Ternyata Jadi Korban Pelecehan Boneka Tunjungan

Round Up

Ketawa-ketawa di Konten Ternyata Jadi Korban Pelecehan Boneka Tunjungan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 21 Sep 2026 09:00 WIB
Pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan
Pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya/Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Perempuan berinisial ASN awalnya tak sadar saat diajak membuat konten ketawa-ketawa sambil membawa boneka di Jalan Tunjungan, ternyata merupakan pelecehan seksual. Bagaimana tidak, boneka yang dibawa ambigu dengan memiliki ekor panjang yang menyerupai kemaluan pria.

ASN mengaku pernah diajak membuat konten tersebut pada 5 Agustus 2026, bahkan diminta terlibat dalam pengambilan video sebanyak tiga kali.

Pengalaman ASN tersebut kemudian terungkap setelah informasi mengenai dugaan modus konten boneka ramai di media sosial. Belakangan, akun TikTok yang disebut mengunggah konten tersebut diprivat, sedangkan sejumlah video serupa yang sebelumnya ditemukan di YouTube kini sudah tidak lagi ditemukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ASN menceritakan pengalamannya saat ditemui di kawasan Jalan Tunjungan. Saat itu, dia sedang berjalan-jalan bersama seorang temannya. Menjelang tengah malam, keduanya hendak pulang dan berjalan menuju tempat parkir.

ADVERTISEMENT

Saat berada di jalan, tiba-tiba dua pria menghampiri ASN dan temannya. Kedua pria tersebut menawarkan pembuatan konten dengan boneka yang disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 20 detik.

"Tiba-tiba ada dua cowok nyegat kita. Bilang, 'Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," kata ASN saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (20/9/2026).

ASN mengaku langsung menolak tawaran tersebut. Namun, temannya akhirnya menyetujui ajakan itu karena merasa tidak enak. ASN sempat membujuk temannya agar tidak ikut, tetapi kemudian dia justru ditarik untuk terlibat dalam pengambilan video.

Menurut ASN, pengambilan video dilakukan sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda. Meski orangnya berbeda, konsep yang diberikan kepadanya disebut sama.

"Disuruh take konten itu tiga kali, dengan orang yang berbeda tapi konsep videonya sama semua. Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," bebernya.

Setelah video selesai direkam, pria tersebut hanya mengucapkan terima kasih. ASN dan temannya kemudian meninggalkan lokasi dan pulang.

Sesampainya di rumah, ASN mengaku penasaran dengan konten yang baru saja dibuat. Dia kemudian mencari akun pembuat konten tersebut. Dari penelusuran itu, ASN mengaku kaget setelah melihat sejumlah konten lain yang menurutnya memiliki pola serupa dan mengandung unsur pelecehan seksual.

"Sebenarnya saya nggak tahu video saya dan teman saya itu sudah diposting atau belum. Waktu itu dia cuma bilang kalau di-upload di YouTube, penontonnya mayoritas orang luar negeri," tuturnya.

ASN kemudian melaporkan akun tersebut. Namun, saat itu dia belum berani menceritakan pengalamannya melalui media sosial.

"Waktu itu saya cuma berani report aja, nggak berani speak up ke sosial media," katanya.

Pengalaman tersebut baru diungkap ASN ke publik setelah dugaan pelecehan dengan modus konten boneka ramai dibicarakan di media sosial. Dia mengaku khawatir masih ada perempuan lain yang mengalami hal serupa.

Menurut ASN, perempuan yang diajak membuat konten bisa saja tidak menyadari konteks video karena selama pengambilan gambar mereka diminta tertawa dan terlihat seperti sedang bersenang-senang.

"Banyak sih kayaknya korban dia, tapi berhubung disuruh ketawa-ketawa ketika take konten jadi orang liatnya have fun, padahal itu pelecehan," tegasnya.

ASN juga mengaku kini merasa takut untuk kembali ke Jalan Tunjungan. Terlebih, pria yang disebutnya mengajak membuat konten tersebut disebut datang bersama kelompoknya.

"Apalagi dia kalau ke Tunjungan sama gerombolannya. Jadi sekarang agak takut kalau ke Tunjungan," pungkasnya.

Sebelum pengalaman ASN terungkap, dugaan pelecehan dengan modus konten boneka tersebut lebih dulu ramai dibicarakan di Threads. Seorang warganet mengingatkan perempuan yang sedang berjalan di Jalan Tunjungan, baik sendirian maupun bersama teman, agar berhati-hati terhadap sekelompok pria yang disebut kerap berada di kawasan tersebut.

"Buat perempuan yang lagi me time atau sama temen perempuan juga ketika lagi jalan" di JI. Tunjungan siang" atau malem" kalian harus hati" kalo liat gerombolan cowo biasanya nongkrong di depan family mart dan Indomaret depan kopi Djawa ada sekitar 5 orang atau lebih salah satu nya bawa motor ninja, terus bawa boneka Tedy bear," tulis unggahan tersebut dilihat detikJatim, Sabtu (19/9/2026).

Dalam unggahan itu, warganet tersebut menyebut perempuan yang menjadi sasaran awalnya diajak membuat konten dengan boneka. Mereka disebut diberi tahu bahwa aktivitas tersebut hanya berupa tos, menerima boneka, lalu saling melemparkannya sambil tertawa.

"Awalnya dicegat kemudian diajak bikin konten yg katanya itu cuma boneka, bilangnya gini "nanti kita Tos an biasa kak terus nanti aku kasih boneka aja, abis itu nanti saling lempar sama temennya sambil ketawa-ketawa aja"," lanjutnya.

Warganet tersebut kemudian menyebut boneka yang digunakan dalam konten memiliki konteks yang menurutnya ambigu. Dia juga mengaku menemukan banyak video lain yang memperlihatkan perempuan dengan modus serupa.

"Disitu dia ga bilang kalo boneka nya AMBIGU, sekali lagi AMBIGU, setelah aku stalk apa ytb nya ternyata banyak banget korban nya, dan masih berkeliaran di JL. TUNJUNGAN dividio nya sih diliat" nih org cari cewe yg jalan berdua biar bisa buat lempar"an bonekanya," imbuh cuitan itu.

Saat informasi tersebut ramai, detikJatim menelusuri akun YouTube yang disebut berkaitan dengan konten tersebut. Saat itu ditemukan beberapa video pemberian boneka kepada perempuan di Jalan Tunjungan. Sejumlah warganet juga meninggalkan komentar pada video tersebut.

"Pelecehan bro. Masih ada di situ ya? Hati" banyak yg geruduk," tulis salah satu akun di kanal YouTube pengunggah konten.

Namun, setelah dugaan pelecehan tersebut ramai dibicarakan, akun TikTok yang disebut menggunakan username @takimofficial08 kini diprivat. Sejumlah video konten boneka yang sebelumnya dapat ditemukan di YouTube juga sudah tidak ditemukan saat kembali ditelusuri.

ASN menduga perubahan tersebut terjadi setelah kasus ramai di media sosial.

"Sepertinya dia takut kalau viral makanya langsung dihapus dan diprivate," kata ASN saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (20/9/2026).

Dia mengatakan sebelumnya masih banyak video serupa yang dapat ditemukan di akun tersebut.

"Padahal sebelumnya masih banyak banget video-videonya," tuturnya.

Meski demikian, belum ada keterangan dari pengelola akun mengenai alasan akun TikTok tersebut diprivat maupun sejumlah video yang kini tidak lagi ditemukan di YouTube.

Sementara itu, dugaan pelecehan dengan modus konten boneka tersebut belum dilaporkan secara resmi oleh korban kepada Polrestabes Surabaya. Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari sebelumnya mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan tersebut.

"Mohon waktu cek, info dari (petugas) yang piket belum ada (laporan korban)," tuturnya.

Meski belum menerima laporan korban, polisi memastikan informasi yang beredar di media sosial tersebut tetap akan ditelusuri.

"Njeh (iya, tetap ditelusuri)," tukasnya.

detikJatim juga telah berupaya menghubungi pengunggah awal informasi dugaan pelecehan seksual dengan modus konten pemberian boneka tersebut. Namun hingga berita ini disusun, belum ada respons.

ASN berharap ada pengawasan terhadap aktivitas pembuatan konten semacam itu di kawasan Jalan Tunjungan. Dia juga berharap tidak ada lagi perempuan yang mengalami pengalaman serupa.

"Harapanku buat ke depannya mungkin bisa dirazia aja, Kak, sama Satpol PP yang bertugas di sana, dan nggak bakal berkeliaran lagi ke Tunjungan," ungkapnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads