Pria Kota Malang Tergeletak Luka di Perut dan Tangan Diduga Dibacok OTK

Pria Kota Malang Tergeletak Luka di Perut dan Tangan Diduga Dibacok OTK

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 30 Agu 2026 17:20 WIB
Lokasi tempat korban pembacokan ditemukan warga
Lokasi tempat korban pembacokan ditemukan warga (Foto: M Bagus Ibrahim/ detikjatim)
Malang -

Seorang pria berinisial AJ (39), warga Jalan Danau Sentani Utara, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi korban pembacokan oleh dua orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa itu terjadi di lahan kosong dekat Jalan Bandara Palmerah XV, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (29/8) malam.

Kapolsek Kedungkandang Kompol M Roichan menjelaskan pembacokan terjadi sekitar pukul 18.40 WIB. Saat itu, korban berada di tengah lahan kosong wilayah Madyopuro bersama salah seorang temannya berinisial DI.

"Semula korban sedang berada di tengah lahan kosong wilayah Madyopuro bersama salah seorang temannya berinisial DI. Tiba-tiba, korban didatangi oleh dua orang tak dikenal (OTK) yang diduga hendak melakukan tindak kejahatan," kata Roichan kepada awak media, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua pelaku kemudian menyerang dan membacok korban menggunakan senjata tajam. Melihat kejadian tersebut, DI ketakutan dan melarikan diri dari lokasi.

Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku kabur meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, AJ yang mengalami luka parah berupaya menyelamatkan diri dengan berjalan menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan.

ADVERTISEMENT

"Setelah kejadian, korban sempat menghubungi temannya yang lain berinisial DSP melalui telepon untuk menceritakan kejadian yang dialaminya. Korban kemudian berjalan kaki sejauh kurang lebih 75 meter dari TKP ke arah pemukiman warga di Jalan Bandara Palmerah XV RT 003 RW 008, Cemorokandang untuk meminta pertolongan," jelasnya.

Sekitar pukul 19.30 WIB, jeritan korban di dekat portal arah selatan memancing perhatian warga setempat. Warga kemudian berdatangan untuk melihat kondisi korban.

Salah seorang warga sekitar, Imam, mengaku tidak mengetahui secara langsung aksi pembacokan tersebut. Namun, ia sempat mendengar teriakan warga dari dalam rumahnya.

"Awalnya sekitar pukul 19.30 WIB itu saya ada didalam rumah, terus dengar teriakan warga dari luar," ungkap Imam kepada awak media, Minggu (30/8/2026).

Imam kemudian keluar rumah dan menuju lokasi setelah melihat kerumunan warga di sekitar portal.

"Ketika saya keluar, saya lihat di portal arah selatan itu sudah ramai warga. Saya akhirnya mendatangi kerumunan itu," sambungnya.

Setibanya di lokasi, Imam kaget melihat seorang pria sudah terkapar dalam kondisi terluka parah. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

"Tidak lama setelah itu petugas kepolisian dan tim medis datang. Korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit," terang Imam.

Korban pembacokan pria di Kedungkandang Malang, polisi selidiki motif dan kejar pelakuEvaluasi pria korban pembacokan di Kedungkandang Malang (Foto: Istimewa)

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, AJ mengalami sejumlah luka robek akibat sabetan senjata tajam. Korban mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri, paha sebelah kiri, dan telapak tangan sebelah kanan.

"Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban ini mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kiri, paha sebelah kiri, dan telapak tangan sebelah kanan," kata Roichan.

Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Saat ditemukan warga dan dievakuasi petugas, kondisi AJ masih dalam keadaan sadar.

Imam mengaku tidak mengetahui penyebab pembacokan tersebut. Ia hanya mengetahui kondisi korban saat ditemukan warga.

"Kalau penyebab korban dibacok, saya kurang paham. Yang jelas, kondisinya sadar dan korban bukan warga sini," imbuhnya.

Sementara itu, polisi telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Tim Opsnal Polresta Malang Kota bersama Polsek Kedungkandang telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memintakan visum et repertum terhadap korban.

Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, di antaranya teman korban, DSP, serta dua warga sekitar berinisial BK dan EAD. Sementara itu, identitas kedua pelaku masih dalam proses penyelidikan.

Hingga saat ini, polisi masih memburu kedua pelaku dan mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut. Polisi belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan penganiayaan atau berkaitan dengan dugaan pembegalan.

"Penyelidikan masih terus berjalan. Tim gabungan sedang memburu keberadaan kedua pelaku. Kami juga masih mendalami motif di balik penyerangan ini, apakah murni penganiayaan atau ada dugaan pembegalan," tandasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads