Ojol Pelempar Molotov ke Pos Polisi Surabaya 2 Hari Intai TKP

Ojol Pelempar Molotov ke Pos Polisi Surabaya 2 Hari Intai TKP

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 17 Agu 2026 17:40 WIB
Pelaku pelemparan molotov ke pos polisi di Surabaya
Pelaku pelemparan molotov ke pos polisi di Surabaya/Foto: Dok. Istimewa/@luthfie.daily
Surabaya -

Pengemudi ojek online (ojol) berusia 30 tahun yang melempar bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya, ternyata tidak melakukan aksinya secara spontan. Polisi menemukan jejak bahwa pelaku telah mengintai salah satu lokasi selama sekitar dua hari sebelum penyerangan.

Hal itu terungkap dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi yang diperiksa polisi. Sebelum melempar molotov, pelaku disebut beberapa kali mendatangi Pos Lantas Ahmad Yani, Margorejo.

Dalam rekaman tersebut, pelaku bahkan disebut sengaja memperlihatkan wajahnya ke arah CCTV sambil merokok. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu petunjuk polisi untuk mengidentifikasi pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang polisi yang berada di lokasi menyampaikan temuan tersebut kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @luthfie.daily, polisi tersebut menyebut pelaku beberapa kali datang ke sekitar pos.

ADVERTISEMENT

"Dia sekitar dua hari lalu bolak-balik di Pos Margorejo sana ndan, berhenti, nggak pakai helm, merokok ndan, mengejek-ejek," kata polisi tersebut di video IG yang dilihat detikJatim.

Keterangan itu diperkuat seorang saksi yang menyebut pelaku diduga sengaja menunjukkan sikap menantang setelah sebelumnya pernah ditilang polisi.

"Pas ditilang memang nggak terima dia, oh akhir-akhir ini ada yang nantang, dan mayak (nyebelin) gitu katanya ndan," bebernya.

"Rokokan (merokok) di depan, sengaja nggak helman dan nantang," ujar saksi tersebut.

Aksi pelemparan molotov terjadi pada Sabtu (15/8/2026) malam. Pelaku menyasar dua pos polisi, yakni Pos Lantas Ahmad Yani Margorejo dan pos polisi di kawasan Bundaran Waru.

Aksi pertama terjadi di Pos Lantas Ahmad Yani, Margorejo, sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor bebek.

Petugas perlintasan kereta api Margorejo, Yudi, yang berada di seberang pos melihat pelaku berhenti di sekitar lokasi. Pria itu kemudian melempar benda yang memunculkan api sebelum meninggalkan tempat kejadian.

"Nggak jelas kelihatan, naik motor setahu saya cuma satu orang. Ngelempar sesuatu keluar api kecil. Tahu-tahu sudah ada api," ujar Yudi di lokasi kejadian.

Menurut Yudi, pelaku mengenakan pakaian gelap dan menggunakan helm berwarna biru muda. Pelaku tidak turun dari sepeda motor dan hanya berada di sekitar pos selama beberapa menit.

"Pakaian hitam, gelap dari sini. Helm sepintas biru muda. Pelaku berada di bawah tenda menghadap ke barat, tidak turun dari sepeda motor. Tidak sampai lima menit, sekitar dua menitan, melempar lalu langsung pergi," tambahnya.

Botol yang dilempar pelaku mengenai pintu masuk pos dan memicu kobaran api. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memadamkan api.

"Di pintu masuk pos. Kayak bom molotov. Tahu-tahu sudah ada api. Terus ada ibu-ibu lewat, berhenti, memadamkan (dengan menginjak). Tidak lama dari kejadian, petugas datang," ungkap Yudi.

Polisi Cek Ulang Keterangan Saksi

Setelah mendapatkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sosok yang terekam sebelum kejadian merupakan orang yang sama dengan pelaku yang melakukan pelemparan molotov.

Dalam keterangannya kepada Kapolrestabes Surabaya, salah seorang saksi juga menyebut dirinya melihat sepeda motor yang digunakan pelaku masuk ke area pos.

"aku lihat vario, pakai helm masuk ke pospolnya itu," kata saksi dari pihak KAI tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menjelaskan pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) menjadi bagian penting dalam mencocokkan keterangan saksi dengan hasil penyelidikan.

"Gunanya kita cek ke TKP itu gunanya kita meyakinkan saksi itu adalah masih orang yang sama berada di TKP saat kejadian," kata Luthfie.

Polisi akhirnya menangkap pelaku yang diketahui bekerja sebagai pengemudi ojol. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah melempar dua bom molotov ke pos polisi.

Pelaku membuat molotov menggunakan botol kaca bekas minuman berenergi yang diisi bensin. Satu lemparan mengenai sasaran, sedangkan lemparan lainnya meleset.

"Sing siji gak tembus, melengsih (yang satu gak sampai mecahin kaca, meleset)," ujar pelaku.

Dari pemeriksaan, polisi juga mengungkap motif penyerangan. Pelaku mengaku sakit hati setelah pernah ditilang polisi.

Luthfie kemudian menanyakan alasan pelaku menyerang pos polisi.

"Gara-garane opo sih sampean iku? (Motifnya apa sih?)," tanya Luthfie kepada pelaku seperti yang dilihat detikJatim.

Pelaku mengaku mendengar informasi mengenai seseorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang disebut tidak ditilang polisi meski melakukan pelanggaran lalu lintas. Informasi tersebut membuat pelaku merasa mendapat perlakuan berbeda karena dirinya pernah ditilang.

"Info katanya ada orang gila gitu pak, ada yang lapor warga. Ada orang gila kok gak ditilang," tutur pelaku kepada Luthfie.

Satu Polisi Terluka

Dalam insiden tersebut, polisi sebelumnya menyebut tidak ada kerusakan berarti pada fasilitas kepolisian. Namun, satu personel polisi dilaporkan mengalami luka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast memastikan pos polisi yang menjadi sasaran masih dapat beroperasi dan melayani masyarakat.

"Nah, sejauh ini nanti kami pastikan apakah masih ada korban atau memang hanya berupa kerugian ringan yang terjadi di pos kami," kata Abast, Minggu (16/8/2026).

Ia mengatakan kerusakan akibat aksi tersebut tidak cukup berarti. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif serta kemungkinan adanya gangguan kamtibmas lain.

"Ya, kalau sejauh ini tidak ada kerusakan yang cukup berarti terkait dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Namun, kami masih melakukan upaya untuk mencari penyebab maupun gangguan kamtibmas yang timbul pada malam hari ini," tegasnya.

Abast mengimbau masyarakat tetap tenang. Polisi memastikan kondisi keamanan di Surabaya dan Jawa Timur setelah penyerangan dua pos polisi tersebut tetap terkendali.

"Namun sejauh ini kami yakinkan sekali lagi kepada masyarakat, situasi saat ini tetap kondusif, pos kami masih juga baik dan sudah tidak ada masalah," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "MAMA Lime Green Day Fest 2026, Ajak Hidup Sehat Bareng di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik] (ihc/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads