Seorang drive ojek online (ojol) berusia 30 tahun ditangkap karena menyerang pos polisi (pospol) di Margorejo dan Bundaran Waru dengan bom molotov. Lalu yang menjadi apa motif pelaku?
Dalam video yang diunggah di @luthfie.daily, akun resmi Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, pelaku mengaku penyerangan itu dipicu sakit hati karena pernah ditilang polisi.
"Gara-garane opo sih sampean iku? (Motifnya apa sih?)," tanya Luthfie kepada pelaku seperti yang dilihat detikJatim, Senin (17/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku lantas menyebut semua berawal saat ia mendengar laporan dari warga di radio bahwa ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak ditilang polisi padahal melanggar lalu lintas. Sementara ia yang melanggar ditilang.
"Info katanya ada orang gila gitu pak, ada yang lapor warga. Ada orang gila kok gak ditilang," tutur pelaku kepada Luthfie .
Karena hal ini, pelaku lantas sakit hati dan merencanakan penyerangan pos polisi. Pelaku bahkan sempat terlihat mengintai dan memperlihatkan wajahnya seolah menantang ke kamera CCTV dua hari sebelum aksinya.
Di hadapan Luthfie, pelaku yang masih bujangan itu merakit bom molotov dari botol kaca bekas minuman berenergi yang diisi bensin. Molotov itu lantas dilemparkan ke pos polisi.
Meski tak mengakibatkan kerusakan serius, namun satu molotov berhasil membakar dan merusak kaca jendela di pos Margorejo. Sementara molotov lainnya gagal mengenai sasaran karena lemparannya meleset.
"Sing siji gak tembus, melingsih (yang satu gak sampai mecahin kaca, meleset)," ujar pelaku.
Sebelumnya, dua pos polisi di Jalan Ahmad Yani, Margorejo dan Bundaran Waru, Kota Surabaya jadi sasaran pelemparan bom molotov pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Akibat insiden tersebut satu personel polisi dilaporkan terluka.
Petugas pos perlintasan kereta api Margorejo, Yudi, mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berbusana serba hitam yang mengendarai sepeda motor bebek.
Menurutnya, saat itu pelaku sempat berhenti sejenak di depan pos, menyulutkan api, lalu melempar benda yang diduga molotov lalu melarikan diri.
"Nggak jelas kelihatan, naik motor setahu saya cuma satu orang. Ngelempar sesuatu keluar api kecil. Tahu-tahu sudah ada api," ujar Yudi di lokasi kejadian.
