Kasus penganiayaan MR, seorang perempuan yang dituduh sebagai perebut laki-laki orang (pelakor) di Desa Birao Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang berbuntut panjang. Sejumlah orang yang terlibat resmi dilaporkan ke polisi.
Kuasa hukum korban, Achmad Bahri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyerahkan sedikitnya enam nama terduga, termasuk H (29), bidan atau tenaga kesehatan (nakes).
"Enam orang perempuan itu sudah ada di lokasi kejadian saat korban dibawa ke tempat praktik bidan," kata Bahri saat dihubungi, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahri menjelaskan, dari enam orang terduga pelaku tersebut, tiga di antaranya sudah dikenali identitasnya oleh korban, sementara tiga lainnya baru dikenali sebatas rupa.
"Yang korban kenal adalah H (29) seorang nakes, ibu dari nakes tersebut, serta sepupunya. Tiga sisanya dikenali wajahnya," ujar Bahri.
Berdasarkan pengakuan korban, empat orang bertindak aktif melakukan penganiayaan-termasuk melumuri korban dengan bubuk cabai, sedangkan dua orang sisanya bersifat pasif namun membiarkan aksi kekerasan terjadi.
Pihak korban mendesak kepolisian agar mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, baik para pelaku di lokasi kejadian maupun oknum yang merekam dan menyebarkan video penganiayaan tersebut ke media sosial.
"Harapan kami proses hukum ini berjalan transparan dan polisi segera menangkap semua pelaku," tegasnya.
Saat ini, kepolisian setempat tengah mendalami laporan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti serta menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan ini.
Sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial dan dilihat detikJatim pada Rabu (12/8/2026). Dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, sementara seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lain memegangi tangan korban.
Korban yang dituding sebagai pelakor terdengar meminta agar pengeroyokan dihentikan dan mengaku meminta maaf.
"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, dilihat detikJatim, Rabu (12/8/2026).
Perempuan lain dalam video tersebut kemudian menyinggung status suami dan anak yang dimiliki pria yang diduga menjalin hubungan dengan korban.
"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan.
