Pengeroyok Pelakor di Sampang Ternyata Bidan dan Keluarganya

Pengeroyok Pelakor di Sampang Ternyata Bidan dan Keluarganya

Kamaluddin - detikJatim
Jumat, 14 Agu 2026 20:45 WIB
MR, wanita yang dituduh pelakor dan dianiaya saat lapor ke Polres Sampang
MR, wanita yang dituduh pelakor dan dianiaya saat lapor ke Polres Sampang (Foto: Dok. Istimewa)
Sampang -

Kasus pengeroyokan terhadap seorang wanita yang dituduh sebagai perebut suami orang (pelakor) di Kecamatan Ketapang, Sampang, mengungkap fakta baru. Salah satu pelaku diketahui berprofesi sebagai bidan desa.

Aksi penganiayaan yang dialami korban berinisial MR, warga Dusun Taman, Desa Ketapang Laok-terjadi di tempat praktik bidan mandiri milik pelaku pada Senin (10/8/2026) malam. Wajah hingga area sensitif korban dilumuri bubuk cabai oleh pelaku bersama rekannya.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan bahwa salah satu terlapor merupakan bidan atau tenaga kesehatan (nakes). Pelaku diketahui berinisial H (29) asal Desa Bire Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, salah satu terlapor merupakan nakes (bidan)," kata Eko saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kapolsek Ketapang, AKP Kusmanto, menjelaskan bahwa motif penganiayaan dipicu oleh dugaan perselingkuhan antara korban dengan suami pelaku.

"Penganiayaan ini terjadi karena korban diduga melakukan perselingkuhan dengan suami pelaku," ujar Kusmanto.

Aksi penganiayaan tersebut sempat direkam dan diunggah ke media sosial hingga viral. Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma berat dan baru memberanikan diri untuk melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian pada Kamis (13/8/2026) siang.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh jajaran kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial dan dilihat detikJatim pada Rabu (12/8/2026). Dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, sementara seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lain memegangi tangan korban.

Korban yang dituding sebagai pelakor terdengar meminta agar pengeroyokan dihentikan dan mengaku meminta maaf.

"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, dilihat detikJatim, Rabu (12/8/2026).

Perempuan lain dalam video tersebut kemudian menyinggung status suami dan anak yang dimiliki pria yang diduga menjalin hubungan dengan korban.

"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads