Komplotan Bobol Brankas UAC Mojokerto Berbekal Google Tanpa Orang Dalam

Komplotan Bobol Brankas UAC Mojokerto Berbekal Google Tanpa Orang Dalam

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 12 Agu 2026 20:15 WIB
Muis memeragakan caranya memetakan Kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC) di Mojokerto
Muis memeragakan caranya memetakan Kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC) di Mojokerto. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Pembobolan brankas Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto berisi uang Rp 870 juta, dipastikan tanpa melibatkan orang dalam (Ordal). Mereka memetakan kantor kampus milik KH Asep Saifudin Chalim itu menggunakan Google.

"Mereka memang hunting, mencari lokasi-lokasi yang sekiranya ada barang berharga di sana. Jadi, caranya mereka hunting lewat aplikasi Google, tempat-tempat atau kantor-kantor yang kira-kira berpotensi untuk bisa dimasuki," kata Wakapolres Mojokerto, Kompol Grandika Indera Waspada saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Rabu (12/8/2026).

Menggunakan Google, lanjut Grandika, para pelaku memetakan secara rinci lokasi kantor UAC sampai akses masuk yang paling aman. Mereka juga mempelajari gedung-gedung di dalam kampus dari foto-foto yang tersedia di Google maupun Google Maps. Bahkan, kawanan maling ini mempelajari berita terkait kampus itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian dicari beritanya, misal lokasi A, dicari beritanya, tempat itu sudah pernah kebobolan atau belum. Kalau misalnya sudah pernah, dia tidak akan mau ke situ lagi. Kalau belum pernah, dia akan mencari salah satu yang menjadi bahan pertimbangannya adalah lokasi yang dekat sawah," jelasnya.

Bagi para pelaku, UAC di Dusun Bendorejo, Desa Bendunganjati, Pacet, Mojokerto sangat strategis untuk dibobol. Sebab kampus ini dekat dengan persawahan sebagai akses mereka masuk agar tak kepergok warga sekitar. Mereka pun beraksi menjelang pagi hari saat situasi sekitar kampus masih sepi.

ADVERTISEMENT

"Jadi supaya tidak tidak kelihatan, masuk dari sawah, masuk dari belakang dan kemudian menuju gedung yang dimaksud," terangnya.

Komplotan pencuri ini, lanjut Grandika, sejatinya penuh spekulasi menyasar UAC. Sebab mereka tidak tahu persis apakah terdapat brankas di kampus ini. Termasuk juga apakah brankas berisi uang atau tidak.

"(Lokasi brankas) Mereka tidak tahu, gambling saja. Jadi, dapatnya berapa pun juga gambling, tidak dipastikan," ungkapnya.

Belajar dari kasus ini, Grandika mengimbau agar masyarakat tidak memposting video atau foto tempat-tempat yang rawan disatroni pencuri. Baik gedung pemerintahan, perusahaan maupun rumah pribadi.

"Hati-hati juga apabila ada orang yang memfoto atau memvideo, jangan ragu untuk menegur atau melaporkan," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan menambahkan, komplotan pencuri ini memarkir mobilnya cukup jauh dari UAC. Mereka masuk ke UAC melalui MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam) persis di sebelah utara kampus.

Selanjutnya, para pelaku menyeberang lapangan MTs Hikam, lalu masuk ke area UAC. Komplotan pencuri lantas masuk ke ruangan Biro Administrasi Umum dan Keuangan lewat jendela belakang. Di ruangan inilah mereka menemukan brankas dan menjarah isinya.

"Satpam tidak mengetahui ada kejadian tersebut, karena jauh, kan kompleknya besar. Kurang lebih tidak sampai 1 jam proses mereka bekerja," tandasnya.

Pelaku bobol brankas UAC berjumlah 5 orang. Yaitu Muis Afandi Tuarita (43), warga Jalan Cengkeh 10, Kelurahan Namaelo, Masohi, Maluku Tengah, Maluku dan Hendra (33), asal Dusun Karanglayung, Kelurahan Bojongmengger, Cijeungjing, Ciamis, Jabar.

Sumarno (50), warga Dusun Sidomulyo, Desa Glagahwangi, Polanjarjo, Klaten, Jateng. Kemudian MU (33), warga Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Maluku dan SU (44), warga Kupang, NTT.

Sumarno lebih dulu ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto yang dipimpin Iptu Sukron Makmun di kantin Universitas Muhamadiyah, Klaten, Jateng pada Jumat (31/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, Muis dan Hendra ditangkap tim gabungan Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto dan Tim Resmob Jatanras Polda Riau di Bandara Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (4/8) sekitar pukul 22.30 WIB. Sedangkan MU dan SU buron.

Sebelumnya, komplotan maling membobol brankas Universitas KH Abdul Chalim di Jalan Tirtowening 17, Dusun Bendorejo, Desa Bendunganjati, Pacet, Mojokerto pada Kamis (23/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Brankas berisi uang Rp 870 juta itu berada di ruangan Biro Administrasi Umum dan Keuangan.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads