Kawanan maling yang membobol brankas Universitas KH Abdul Chalim (UAC), diringkus Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Pelaku berjumlah 5 orang, dua di antaranya masih buron (DPO).
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata menuturkan, uang di dalam brankas UAC yang dicuri para pelaku sekitar Rp 1 miliar. Ia membenarkan sebagian pelaku berhasil ditangkap di luar Jawa.
"Ada yang sudah diamankan. (Para pelaku) Lari ke luar pulau, tapi berhasil diamankan," terangnya kepada detikJatim, Senin (10/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasihumas Polres Mojokerto, Iptu Suyanto menjelaskan, pelaku pembobolan brankas UAC berjumlah 5 orang. Dari jumlah itu, 3 pelaku ditangkap, sedangkan 2 pelaku masih buron.
Menurut Suyanto penangkapan para pelaku hasil kerja sama Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto dengan Tim Resmob Jatanras Polda Riau. Sebab 2 pelaku ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru pada Selasa (4/8) sekitar pukul 22.30 WIB.
"Satu pelaku ditangkap 31 Juli 2026, kemudian tim gabungan berhasil mengamankan 2 orang pelaku di Bandara Sultan Syarif Kasim," jelasnya.
Selain menangkap para pelaku, tambah Suyanto, pihaknya juga menyita barang bukti 9 obeng, 2 linggis, 1 tang potong, 1 cutter, 2 ponsel pintar, 3 kartu ATM, dan 1 brankas milik UAC.
"Barang bukti uang tunai Rp 2.044.000," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Bendunganjati, Dadang Saifudin menjelaskan, para pelaku diduga kuat masuk ke kampus melalui MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam). Sekolah jenjang SMP itu persis di sebelah utara Universitas KH Abdul Chalim.
"Informasi dari rekan-rekan, terekam CCTV yang dari lapangan Hikam. Pelaku memakai penutup wajah," jelasnya kepada detikJatim, Sabtu (8/8).
Dari rekaman CCTV, lanjut Dadang, pembobolan brankas Universitas KH Abdul Chalim berlangsung sekitar 30 menit pada Rabu (22/7). Yaitu sekitar pukul 03.18-03.48 WIB.
"Informasinya (uang yang dicuri) Rp 1 miliar lebih. Uang operasional kampus semua," terangnya
