Modus Gendam 'Keluarga Kecelakaan' Marak di Surabaya, HP Siswa SMP Raib

Modus Gendam 'Keluarga Kecelakaan' Marak di Surabaya, HP Siswa SMP Raib

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 06 Agu 2026 17:15 WIB
Siswa SMP saat menjadi korban gendam di Surabaya
Siswa SMP saat menjadi korban gendam di Surabaya/Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Aksi kejahatan dengan modus gendam kembali dilaporkan terjadi di Surabaya. Kali ini korbannya seorang siswa SMP yang kehilangan telepon genggam setelah diduga diperdaya orang tak dikenal.

Korban berinisial B (14), siswa kelas VIII SMP Negeri 45 Surabaya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Dharmahusada.

Orang tua korban, Agung Wahyu Wibowo (49) mengatakan, putranya saat itu sedang menunggu jemputan di tepi jalan usai keluar dari Sentra Wisata Kuliner (SWK). Korban kemudian dihampiri seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku kemudian mengajak korban ikut bersamanya dan menurunkannya di kawasan Jalan Dharmahusada Indah Utara, dekat RS Unair. Saat itulah telepon genggam milik korban dibawa kabur.

ADVERTISEMENT

"Pelaku bilang ke anak saya, 'Ayo tak anterin pulang aja'. Anak saya kemudian diturunkan di daerah Dharmahusada Indah Utara, dekat RS Unair. Barang yang dibawa lari hanya HP milik anak saya," kata Agung saat dikonfirmasi detikJatim melalui panggilan seluler, Kamis (6/8/2026).

Agung menduga putranya dipengaruhi dengan modus hipnotis atau gendam sehingga menuruti ajakan pelaku tanpa merasa curiga. Sebelum mengajak korban, pelaku disebut mengatakan bahwa ada anggota keluarga korban yang mengalami kecelakaan.

Berdasarkan keterangan korban dan rekaman CCTV, pelaku memiliki ciri-ciri berkulit gelap, berkumis tebal, serta berbicara dengan logat Madura. Pelaku juga disebut mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit tanpa pelat nomor dan mengenakan helm biru polos.

Usai kejadian, Agung berusaha melacak keberadaan ponsel anaknya melalui fitur pelacakan lokasi yang terhubung dengan akun email pada perangkat tersebut.

"Kemarin malam sempat saya tracking, posisinya ada di kawasan Pegirian Gang 2. Tapi tadi pagi saat saya cek lagi, HP-nya sudah dimatikan. Sepertinya sudah di-flash ulang," ujarnya.

Menurut Agung, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menyebut sedikitnya sudah tiga kasus dengan sasaran anak-anak usia SMP yang kehilangan barang berharga, seperti ponsel dan perhiasan.

Karena itu, ia melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mulyorejo pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Laporan disertai bukti berupa dus ponsel milik korban serta informasi mengenai dua kejadian serupa yang dialami tetangganya.

Agung menambahkan, pihak sekolah dan kepolisian telah mengingatkan siswa agar tidak mudah percaya kepada orang asing dan tetap menunggu jemputan di lokasi yang aman.

"Kata pihak sekolah dan polisi sudah disosialisasikan, anak-anak diminta untuk tetap menunggu jemputan di titik berkumpul yang aman seperti area SWK dan tidak mudah percaya pada orang asing yang memberikan informasi seputar kondisi keluarga," tuturnya.



(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads