Viral Massa Ormas di Surabaya Hendak Rebut Ruko

Viral Massa Ormas di Surabaya Hendak Rebut Ruko

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 27 Jul 2026 21:10 WIB
Ormas di Surabaya hendak rebut ruko
Ormas di Surabaya hendak rebut ruko (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Sebuah video yang menampilkan sekelompok orang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) melakukan penggerudukan ruko viral di media sosial. Dalam narasinya, sekelompok orang tersebut melakukan intimidasi pemilik ruko.

Sekelompok orang tersebut diduga hendak mengambil alih bangunan ruko secara paksa paksa ruko yang berada di Jalan Krukah Utara Nomor 34, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Tak hanya melakukan dugaan intimidasi, gerombolan tersebut juga melakukan perusakan pagar dan sempat adu dorong dengan pemilik ruko. Kejadian ini diketahui pada Rabu (22/7), sekitar pukul 14.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik ruko, Bagus Indra mengatakan sebelum masuk lelang, bangunan ruko memang kosong selama dua tahun lebih. Namun kepemilikan bangunan sudah dia kantongi sejak April 2026 dari hasil lelang bank.

ADVERTISEMENT

"Lelang melalui KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) dan pada saat itu saya memenangkan lelang tersebut. Terus pada bulan Mei saya proses administrasi balik nama dan BPKB pajak. Semua pajak, retribusi sudah terbayarkan," kata Bagus, Senin (27/7/2026).

Ketika sedang bebersih ruko, lalu sekitar pukul 14.30 WIB, 22 Juli, datang lah sekelompok yangg diduga dari sebuah ormas. Mereka memaksa masuk ke dalam ruko dan terjadi aksi saling dorong dan Bagus di pagar.

Suasana pun semakin memanas, sekelompok orang memaksa saling ingin masuk, mendorong pagar, menerobos masuk hingga Bagus terjatuh. Warga sekitar juga sempat membantu menghadang, tapi jumlahnya tak sebanding dengan sekelompok orang tersebut dan Bagus tersingkir dari rukonya.

"Waktu saya tanya, kata mereka 'ruko ini mau saya tempati'. Saya sudah tunjukkan surat, tapi mereka tetap gak mau. Terus saya coba ajak duduk di kafe buat merundingkan, tapi tetap gak mau. Dia nyuruh saya pergi dan mengintimidasi saya," ceritanya.

Ia menyebut ada sekitar 30 orang menggunakan baju bertuliskan nama ormas. Pascakejadian, Bagus melaporkannya ke Polsek Wonocolo dan oknum ormas tidan memenuhi panggilan, akhirnya dilaporkan lagi ke Polrestabes Surabaya dan sedang proses penyelidikan.

"Saya kan lapor ke Polrestabes pada Rabu malam, terus Kamis dini hari baru keluar untuk LP-nya. Saya sudah visum ke RS PHC, jadi mungkin lagi proses," ujarnya.

Rekaman CCTV kejadian pun viral, Satgas Anti-Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya kemudian mendatangi rukonya pada keesokan harinya, sekitar pukul 22.00 WIB.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads