Peristiwa carok kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura. Duel berdarah kali ini melibatkan seorang kakek berusia 60 tahun melawan dua pria di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. Perkelahian bersenjata tajam itu diduga dipicu persoalan asmara yang berujung dendam dan membuat ketiga orang yang terlibat sama-sama mengalami luka.
Insiden tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa bermula dari cekcok di jalan, berlanjut perkelahian menggunakan kayu, hingga salah satu pihak kembali datang membawa celurit untuk mencari lawannya. Berikut kronologi lengkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motif Dipicu Hubungan Asmara
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, perkelahian terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di depan sebuah bengkel motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.
"Tiga orang yang terlibat yakni S (60) warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dengan H (44) dan HR (51) Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang," terang Eko, Sabtu (25/7/2026).
Menurut polisi, pemicu perkelahian adalah rasa sakit hati HR yang tidak merestui hubungan asmara yang diduga terjalin antara ibunya dengan korban.
"Kejadian penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam dipicu oleh rasa sakit hati atau dendam oleh HR terhadap S, dikarenakan saudara S diduga ada hubungan asmara dengan ibunya HR dan saudara HR tidak merestui," kata Eko kepada detikJatim.
Berawal dari Cekcok di Jalan
Sebelum duel bersenjata tajam terjadi, S dan HR lebih dulu bertemu di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, sekitar pukul 20.50 WIB.
Saat itu S mengendarai sepeda motor dari arah selatan. Dari arah berlawanan datang HR yang berboncengan dengan seorang saksi.
"Sekira pukul 20.50 WIB, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan berpapasan dengan terduga pelaku HR (51) yang berboncengan dengan saksi dari arah Utara ke Selatan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates," bebernya.
Polisi menyebut HR diduga menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan S sehingga memicu pertengkaran.
"Kemudian, terduga saudara HR menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya terhadap sepeda motor yang dikendarai saudara S sehingga terjadi cek cok dan Perkelahian diantara Keduanya dengan Menggunakan Kayu namun berhasil dilerai oleh saksi," imbuhnya.
Perkelahian pertama itu akhirnya berhasil dihentikan warga sehingga kedua belah pihak berpisah.
HR Pulang, Ajak Sepupu Mencari Korban
Usai insiden di jalan, HR mendatangi rumah sepupunya, H, untuk menceritakan kejadian tersebut.
"Kemudian HR mendatangi rumah H yang tak lain adalah sepupunya di dusun yang kemudian menceritakan perihal kejadian yang dialaminya," ujar Eko.
Mendengar cerita itu, H emosi lalu mengajak HR mengambil celurit untuk mencari korban.
"Mendengar cerita itu kemudian H marah dan mengajak HR membawa dan mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung Desa Masaran," imbuhnya.
Bertemu di Bengkel, Duel Berdarah Tak Terhindarkan
Keduanya kemudian berboncengan sepeda motor mencari korban hingga akhirnya bertemu di sebuah bengkel milik Suhar di Desa Masaran.
"H dan HR kemudian mencari S dengan berboncengan mengendarai motor. Mereka akhirnya bertemu sebuah bengkel milik S hingga di sana terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam," terang Eko.
Dalam duel tersebut, ketiga orang sama-sama menggunakan senjata tajam. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, HR dan H membawa celurit, sedangkan S menggunakan parang.
"Jenis senjata tajam yang dipakai S senjata yang dipakai menurut pengakuan adalah parang. Sedangkan H dan HR menurut pengakuan menggunakan sajam celurit," ungkapnya.
Ketiganya Terluka dan Diamankan Polisi
Akibat perkelahian tersebut, seluruh pihak mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
"S mengalami luka di tangan sebelah kanan, dan kepala bagian belakang. Sedangkan HR mengalami luka tangan sebelah kanan sementara H mengalami luka paha kanan juga siku sebelah kanan (terjatuh)," tandasnya.
Setelah kejadian, polisi mengamankan pakaian para pelaku yang berlumuran darah, senjata tajam, serta kendaraan bermotor yang digunakan. Ketiga orang yang terluka terlebih dahulu menjalani perawatan medis sebelum dibawa ke Polsek Banyuates dan selanjutnya ke Polres Sampang untuk proses penyelidikan.
"Para pelaku (tiga orang terlibat perkelahian) berhasil diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang guna proses lidik dan sidik," tandasnya.
Simak Video "Video Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembacokan Saksi Cabup Sampang"
[Gambas:Video 20detik] (auh/hil)
