5 Fakta Terbaru Perburuan Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

5 Fakta Terbaru Perburuan Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 25 Jul 2026 10:00 WIB
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Perburuan terhadap Erlan, pria yang diduga terlibat dalam kematian Sekretaris Dinas (Sekdin) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, masih belum membuahkan hasil. Meski pencarian telah berlangsung sekitar satu bulan dan diperluas ke berbagai daerah, keberadaan terduga pelaku hingga kini belum diketahui.

Di tengah belum adanya perkembangan signifikan, keluarga korban terus mendorong kepolisian memperluas penyelidikan. Selain meminta Erlan segera diumumkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), keluarga juga menduga ada pihak lain yang membantu pelarian pria tersebut.

Berikut fakta-fakta terbarunya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Keluarga Yakin Erlan Tak Bersembunyi Seorang Diri

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya menilai, sangat sulit seseorang menghilang dalam waktu lama tanpa bantuan pihak lain, terlebih di era digital saat ini.

Menurutnya, sekalipun tidak menggunakan telepon seluler, komunikasi tetap bisa dilakukan melalui perantara sehingga dugaan adanya orang yang membantu pelarian Erlan patut didalami penyidik.

ADVERTISEMENT

"Di era digital seperti sekarang, hampir tidak mungkin seseorang benar-benar hidup tanpa interaksi dan komunikasi. Kalaupun tidak memegang handphone, sangat mungkin komunikasi dilakukan melalui perantara. Karena itu saya menduga terduga pelaku tidak bersembunyi sendirian," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Jumat (24/7/2026).

Risang juga meminta penyidik menelusuri kemungkinan adanya pihak yang membantu memenuhi kebutuhan hidup maupun mengatur perpindahan Erlan selama dalam pelarian.

"Kalau benar pelaku tidak memegang alat komunikasi sendiri, berarti ada orang yang membantu menyampaikan pesan, memenuhi kebutuhan hidup, atau mengatur perpindahannya. Itu yang menurut kami perlu ditelusuri lebih dalam oleh penyidik," ujarnya.

2. Keluarga Minta Polisi Tak Hanya Mengejar Erlan

Selain memburu pelaku utama, keluarga korban berharap penyidik juga mengusut kemungkinan adanya pihak lain yang diduga membantu menyembunyikan atau memfasilitasi pelarian Erlan. Menurut Risang, langkah tersebut penting dilakukan apabila nantinya ditemukan alat bukti yang cukup dalam proses penyidikan.

"Kami berharap penyidik tidak hanya mengejar pelaku utama, tetapi juga mengungkap siapa saja yang diduga membantu menyembunyikan atau memfasilitasi pelariannya apabila memang ditemukan alat bukti yang cukup. Semua tentu harus dibuktikan melalui proses hukum," tegasnya.

Risang juga mengaku menerima informasi dari sejumlah perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan pola serupa. Namun, ia menegaskan seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang sedang berjalan.

3. Keluarga Desak Erlan Segera Ditetapkan DPO

Keluarga korban meminta kepolisian segera menetapkan Erlan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diumumkan secara resmi kepada publik. Menurut mereka, langkah tersebut akan memperluas ruang pencarian sekaligus membuka peluang masyarakat ikut memberikan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.

"Dari informasi yang kami terima, polisi masih terus melakukan pencarian. Namun sampai sekarang belum ada titik terang mengenai keberadaannya," ujarnya kepada detikJatim, Kamis (23/7/2026).

Risang menyebut, nama Erlan memang telah masuk dalam daftar pencarian internal penyidik. Namun, hingga kini status tersebut belum diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

"Kami berharap statusnya segera ditingkatkan menjadi DPO agar ruang gerak pencarian semakin luas dan masyarakat juga bisa ikut membantu memberikan informasi," tambahnya.

4. Diduga Dibantu Jaringan Mafia

Menurut Risang, pencarian terhadap Erlan telah dilakukan di sejumlah wilayah, mulai dari Jimbaran, Banyuwangi, Jakarta Selatan, Tasikmalaya, Makassar, hingga Malang. Meski demikian, seluruh penelusuran tersebut belum membuahkan hasil sehingga keluarga menduga ada pihak yang membantu menyembunyikan keberadaannya.

"Kami menduga yang bersangkutan disembunyikan oleh jaringan atau kelompoknya. Dugaan kami, dia merupakan bagian dari jaringan penipuan berkedok love scam. Sejumlah orang, mayoritas perempuan, juga mengaku pernah menjadi korban," kata Risang.

Keluarga juga meyakini Erlan belum keluar dari Pulau Jawa. Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas analisis keluarga dan tetap menunggu pembuktian melalui penyidikan kepolisian.

"Logikanya pasti ada yang membantu, baik dari keluarga maupun kelompoknya. Kami meyakini dia masih berada di Pulau Jawa," jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Risang berharap kasus tersebut tidak berhenti tanpa kepastian hukum.

"Harapan kami sederhana, kasus ini jangan sampai menjadi kasus dingin. Kami ingin ada kepastian hukum dan semua pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Risang.

5. Bareskrim Polri Turun Memburu Erlan

Di sisi lain, Polda Jawa Timur memastikan pencarian terhadap Erlan masih terus berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Satreskrim Polresta Sidoarjo, dan personel Bareskrim Polri telah diterjunkan untuk memperluas perburuan.

"Iya, benar (Bareskrim Mabes Polri diterjunkan)," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (23/7/2026).

Menurut Jumhur, tim gabungan telah menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian Erlan, termasuk menelusuri teman dan keluarga terduga pelaku hingga ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila mengetahui keberadaan orang dengan ciri-ciri yang sesuai.

"Penelusuran dan perburuan pelaku masih kami lakukan hingga ke Jateng dan Jabar. Kami mohon dukungan dan doa, bagi masyarakat yang mengetahui ada orang dengan ciri-ciri seperti terduga pelaku, untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat agar dapat segera kami tindaklanjuti," ujarnya.

Jumhur menegaskan keterlibatan personel Bareskrim Polri bukan baru dilakukan belakangan. Sejak awal penanganan perkara, koordinasi bersama sudah dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan.

"Ada 7 personel (dari Bareskrim, dari awal olah TKP sudah koordinasi," tuturnya.

Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan keberadaan Erlan maupun menetapkan pihak lain sebagai tersangka karena diduga membantu pelariannya. Proses pencarian dan penyidikan masih terus berlangsung.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads