Lebih dari satu bulan berlalu sejak ditemukannya jenazah Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo. Sampai sekarang keberadaan terduga pelaku utama yakni Erlan masih menyisakan teka-teki besar.
Pria yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban itu seolah 'hilang'. Berdasarkan data kepolisian dan informasi keluarga korban, perburuan terhadap Erlan sejauh ini telah membentang melintasi berbagai wilayah dan pulau di Indonesia.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya membeberkan bahwa upaya penyisiran tak hanya berfokus di Jawa Timur. Perburuan ini sudah menjangkau sejumlah daerah yang diduga memiliki keterkaitan dengan rekam jejak maupun jaringan pertemanan terduga pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun titik lokasi yang pernah ditelusuri salah satunya hingga ke kawasan Jimbaran, Bali. Selain itu, perburuan juga sudah dilakukan hingga ke wilayah Jakarta Selatan, Tasikmalaya.
Bukan hanya itu, penelusuran juga sudah dilakukan ke alamat yang terafiliasi dengan Erlan di Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan di Jawa Timur sendiri penelusuran sudah dilakukan secara ketat di Banyuwangi, Malang, hingga Madura.
"Dari informasi yang kami terima, polisi masih terus melakukan pencarian. Namun sampai sekarang belum ada titik terang mengenai keberadaannya. Logikanya pasti ada yang membantu, baik dari keluarga maupun kelompoknya. Kami meyakini dia masih berada di Pulau Jawa," ujar Risang kepada detikJatim.
Perburuan Diperluas
Melihat rumitnya peta pelarian terduga pelaku, Polda Jatim memperkuat barisan dengan melibatkan personel Bareskrim Polri. Tim gabungan kini memfokuskan penyisiran dan memperluas pencarian ke wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar).
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur mengonfirmasi bahwa penelusuran tidak hanya menyasar tempat tinggal fisik tetapi juga membedah jaringan pertemanan hingga kerabat terdekat Erlan.
"Iya, benar (Bareskrim Mabes Polri diterjunkan). Ada tujuh personel dari Bareskrim, dari awal olah TKP sudah koordinasi," kata Jumhur.
Jumhur menegaskan bahwa operasi perburuan ini masih berlangsung masif di lapangan. Pihaknya mengimbau masyarakat luas agar turut serta memberikan informasi jika melihat pergerakan orang dengan ciri-ciri yang mencurigakan.
"Penelusuran dan perburuan pelaku masih kami lakukan hingga ke Jateng dan Jabar. Kami mohon dukungan dan doa, bagi masyarakat yang mengetahui ada orang dengan ciri-ciri seperti terduga pelaku, untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat," pungkasnya.
