Round-Up

Dipeluk dan Diraba Saat Naik Motor Picu Pembunuhan Pria Sweater Merah

Denza Perdana - detikJatim
Sabtu, 18 Jul 2026 08:20 WIB
Evakuasi mayat Mr X dengan sweater merah di lahan kosong kawasan Jalan Pantai Permata Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Tabir misteri di balik penemuan jasad Samsul Arifin (36), mayat pria sweater merah yang tergeletak di lahan kosong kawasan wisata Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo tersingkap. Polres Probolinggo Kota berhasil meringkus pelaku pembunuhan keji tersebut yang ternyata merupakan teman dekat korban.

Pelaku diketahui bernama Arik Nurcahya (32), seorang mekanik asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Penangkapan pria itu pada Selasa (14/7) menyuguhkan fakta mengejutkan mengenai motif berdarah yang dipicu tindakan nekat korban sesaat sebelum ajal menjemputnya.

Hubungan kedekatan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah terjalin lama. Keduanya bahkan kerap menghabiskan waktu bersama, termasuk melakukan siaran langsung atau live di platform media sosial TikTok.

Kedekatan itu pula yang membuat mereka sepakat bertemu di Terminal Bayuangga sebelum akhirnya berboncengan keliling kota menggunakan sepeda motor milik Samsul. Namun, keakraban itu berubah petaka ketika motor sedang melaju.

Dipeluk dan Diraba Saat Berboncengan Motor

Arik tiba-tiba naik pitam setelah menerima perlakuan tidak senonoh secara bertubi-tubi dari korban yang duduk di jok belakang sepanjang perjalanan menuju lokasi tujuan mereka di Pantai Permata.

"Di perjalanan, tersangka yang mengemudikan sepeda motor dipeluk, diraba, dan dicium lehernya oleh korban. Sekitar pukul 00.00 WIB mereka tiba di kawasan Pantai Permata yang biasa digunakan untuk siaran langsung di TikTok," ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri saat konferensi pers, Jumat (17/7/2026).

Rasa sakit hati dan emosi yang memuncak membuat Arik gelap mata saat tiba di lahan kosong Pantai Permata. Pertengkaran hebat pun pecah. Arik langsung membuka jok motor dan mengambil palu untuk menghantam kepala korban hingga terkapar, lalu mencekiknya demi memastikan Samsul tidak lagi bernyawa.

Tidak berhenti di situ, Arik menyusun siasat licik agar dirinya tidak terendus oleh pihak kepolisian. Ia menggunakan cutter untuk menyayat wajah, mulut, dan leher korban dengan sengaja, demi memanipulasi motif kejahatannya di mata penyidik.

"Korban dan pelaku sebelumnya telah saling mengenal dan sepakat bertemu di Terminal Bayuangga pada Jumat (3/7). Setelah itu, keduanya sempat mampir ke rumah pelaku sebelum berkeliling di Kota Probolinggo," ujar AKBP Rico Yumasri menambahkan.

Jasad Samsul diseret sejauh 50 meter ke tengah lahan kosong demi menyembunyikannya dari pandangan warga sekitar, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu (4/7/2026).

Motor Korban Dijual untuk Beli Alat Pancing

Setelah memastikan korban tewas dan jejaknya disamarkan, Arik membawa kabur seluruh harta benda milik temannya tersebut. Tas dan telepon genggam milik korban langsung dibuang ke sungai untuk memutus pelacakan digital, sementara sepeda motor Honda Beat milik korban bernasib lain.

Kendaraan tersebut dijual oleh pelaku melalui grup jual-beli Facebook kepada seorang penadah di wilayah Klakah, Lumajang, seharga Rp4 juta. Tragisnya, uang hasil perampasan nyawa tersebut justru digunakan pelaku untuk memuaskan hobinya. Uang tersebut habis dibelanjakan untuk membeli perlengkapan memancing.

Kini, pelarian Arik telah kandas. Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian, sarung batik, serta cutter yang digunakan di tempat kejadian perkara. Atas tindakan sadisnya, tersangka dijerat Pasal 458 Ayat (1) KUHP Tahun 2023 tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.



Simak Video "Video: Aksi Pro-MBG di Probolinggo, Wali Kota Turut Tandatangan Dukungan"

(abq/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork