Keberadaan terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati yang jasadnya ditemukan di Bandara Internasional Juanda masih diburu aparat kepolisian.
Tim gabungan dari Satreskrim Polresta Sidoarjo dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur terus melakukan pengejaran hingga ke sejumlah daerah di luar Jawa Timur.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, tim gabungan telah menelusuri berbagai petunjuk, termasuk mendatangi keluarga dan rekan-rekan korban maupun terduga pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ditemukannya korban dari Polda Jatim dan Polres Sidoarjo membentuk tim, mungkin sudah lima wilayah lah yang berbeda di wilayah di luar Jatim (yang didatangi untuk mencari keberadaan terduga pelaku), itu kita kita telusuri. Pertemanan mereka, keluarga mereka kita sudah sudah kita sentuh semua," kata Jumhur, Rabu (15/7/2026).
Menurut Jumhur, terduga pelaku berinisial E diketahui cukup lihai menghindari kejaran aparat. Meski demikian, pihaknya optimistis pelaku dapat segera diamankan.
"Tapi memang diduga pelaku ini memang licin sekali tapi Insyaallah dalam waktu yang dekat kita bisa amankan inisial E, seperti yang viral itu," ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan perkara masih berada di bawah Satreskrim Polresta Sidoarjo dengan dukungan penuh dari Jatanras Polda Jatim. Sejumlah personel juga masih berada di luar kota untuk melakukan pengejaran.
"Belum (diambil alih Jatanras Polda Jatim), masih (Satreskrim Polresta) Sidoarjo. Kita gabung terus sama Sidoarjo ini, ada beberapa tim masih di luar kota, doakan aja ya," imbuhnya.
Jumhur menambahkan, terduga pelaku merupakan warga sipil yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga kerap melakukan penipuan dengan menyasar perempuan sebagai korbannya.
"Orang umum, dia pengangguran, kerjanya nipu-nipu, banyak korban itu yang ditipu-tipu," tuturnya.
Sebelumnya, ASN asal Bangkalan bernama Ruly Yunis Setiawati ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, korban tidak mengemudikan kendaraan tersebut saat memasuki kawasan bandara. Mobil justru dikendarai seorang pria yang diduga merupakan Erlan, yang kini menjadi terduga pelaku dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Di tengah proses penyelidikan, muncul dugaan bahwa Erlan menjalankan modus love scamming. Dugaan itu disampaikan seorang pengusaha asal Bandung berinisial ARN yang mengaku pernah menjadi korban penipuan terduga pelaku.
"Ada perempuan yang follower-nya banyak kontak saya, dia kirim bukti-bukti bahwa dia sudah menjadi korban penipuan love scamming oleh Pak Erlan," kata ARN.
ARN mengaku dihubungi banyak pihak setelah rekaman CCTV yang diduga menampilkan sosok Erlan viral di media sosial. Beberapa di antaranya berasal dari aparat kepolisian maupun orang-orang yang mengaku pernah menjadi korban.
Menurut ARN, berbagai pengakuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa aksi penipuan yang diduga dilakukan Erlan telah menimpa lebih dari satu korban.
Berdasarkan penelusurannya, Erlan diduga sempat berpindah dari Bali ke Malang setelah membawa kabur aset milik korban. Di Malang, ia disebut menjalin hubungan dengan perempuan lain sebelum akhirnya berkenalan dengan Ruly Yunis.
"Setelah dari Bali itu ke Malang, kenal dulu sama orang lain. Baru kemudian dengan yang di Bangkalan itu," jelas ARN.
