Selebgram Diduga Jadi Korban Love Scamming Erlan terkait Sekdin Bangkalan

Selebgram Diduga Jadi Korban Love Scamming Erlan terkait Sekdin Bangkalan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 12 Jul 2026 09:15 WIB
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati
Erlan terduga pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Dugaan penipuan berkedok asmara atau love scamming yang menyeret nama Erlan terus berkembang. Setelah dikaitkan dengan kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, kini muncul pengakuan bahwa seorang perempuan dengan jumlah pengikut (followers) yang cukup banyak di Instagram juga mengaku menjadi korban pria tersebut.

Informasi itu diungkapkan pengusaha asal Bandung berinisial ARN, yang lebih dulu mengaku menjadi korban penipuan finansial Erlan. Menurutnya, perempuan yang menjadi Selebgram tersebut menghubunginya secara langsung usai video yang memperlihatkan sosok Erlan viral di media sosial dan mengirimkan sejumlah bukti dugaan penipuan yang dialaminya.

Setelah rekaman video yang memperlihatkan sosok Erlan viral di media sosial, ARN mengaku menerima banyak pesan dari berbagai pihak. Selain dihubungi penyidik dari Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo, ia juga dihubungi sejumlah orang yang mengaku pernah menjadi korban Erlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah video viral banyak yang kontak ke saya, baik dari Polda Jatim, Polresta Sidoarjo," ujar ARN saat dihubungi detikJatim, Kamis (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

Salah satu yang menghubunginya, kata ARN, adalah seorang perempuan yang memiliki jumlah pengikut cukup banyak di media sosial. Perempuan itu mengirimkan berbagai bukti yang menunjukkan dirinya diduga menjadi korban love scamming oleh Erlan.

"Ada perempuan yang follower-nya banyak kontak saya, dia kirim bukti-bukti bahwa dia sudah menjadi korban penipuan love scamming oleh Pak Erlan," kata ARN.

ARN menduga perempuan tersebut bukan satu-satunya korban. Berdasarkan penelusurannya, sebelum berhubungan dengan Ruly Yunis Setiawati, Erlan sempat berada di Malang setelah membawa kabur aset milik ARN. Di kota itu, Erlan diduga kembali mendekati perempuan lain menggunakan modus serupa untuk memperoleh keuntungan finansial.

"Setelah dari Bali itu ke Malang, kenal dulu sama orang lain. Baru kemudian dengan yang di Bangkalan itu," jelas ARN.

ARN yang pernah menjadi korban penipuan senilai Rp 144 juta meyakini ada dugaan motif love scamming dalam kasus yang menyeret nama Erlan.

"Menurut saya kenapa sampai membunuh mungkin gelap mata aja, kelepasan mungkin. Mungkin karena korban sadar ditipu atau gimana makanya gelap mata. Dan saya menduga love scamming sih, karena sebelum ada kejadian viral ini ada korban lain," tutur ARN.

Sementara itu, polisi masih terus memburu keberadaan Erlan. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur sebelumnya menegaskan seluruh personel Jatanras bersama Polresta Sidoarjo telah diterjunkan untuk mencari pria yang diduga terakhir bersama Ruly Yunis sebelum korban ditemukan meninggal di dalam mobil dinasnya di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads