Update Pengejaran Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Update Pengejaran Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 10:00 WIB
Perbandingan kaus dan kacamata pria terduga pelaku saat bersama korban Ruly dan rekaman CCTV Bandara Juanda
Erlan, pria terakhir bersama Sekdin PRKP Bangkalan sebelum ditemukan meninggal/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Polisi hingga kini masih memburu Erlan. Dia adalah orang terakhir yang bersama Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati sebelum ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di Bandara Juanda.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur menyebut, pihaknya terus bergerak. Ia turut menepis kabar mengenai dugaan Erlan memiliki backingan salah satu instansi.

"Masih pencarian. Enggak ada (backingan salah satu instansi)," kata Jumhur saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, terkait munculnya korban-korban lain dari Erlan yang mulai bersuara, polisi menyebut belum ada laporan resmi yang masuk ke pihaknya.

ADVERTISEMENT

"Sepertinya belum ada ya (laporan polisi)," tuturnya.

Sebelumnya, Ruly Yunis Setiawati ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV, korban tampak tidak mengemudikan mobil tersebut sendiri saat memasuki kawasan bandara. Kendaraan itu justru dikendarai seorang pria yang diduga merupakan Erlan.

Hingga kini, keberadaan Erlan masih diburu aparat kepolisian. Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim bersama Polresta Sidoarjo terus melakukan pengejaran lantaran pria tersebut diduga kerap berpindah-pindah tempat.

Di tengah proses penyelidikan, muncul dugaan bahwa Erlan menjalankan modus love scamming. Dugaan itu salah satunya disampaikan pengusaha asal Bandung berinisial ARN yang mengaku pernah menjadi korban penipuan Erlan.

"Ada perempuan yang follower-nya banyak kontak saya, dia kirim bukti-bukti bahwa dia sudah menjadi korban penipuan love scamming oleh Pak Erlan," kata ARN.

ARN juga mengaku dihubungi banyak pihak setelah rekaman CCTV yang diduga menampilkan sosok Erlan viral di media sosial. Termasuk dari aparat kepolisian hingga orang-orang yang mengaku pernah menjadi korban.

Berbagai pengakuan tersebut pun disebut semakin menguatkan dugaan bahwa aksi penipuan yang diduga dilakukan Erlan tidak hanya terjadi sekali, melainkan telah menimpa sejumlah korban.

Berdasarkan penelusuran ARN, Erlan diduga sempat berpindah dari Bali ke Malang setelah membawa kabur aset miliknya. Di Malang, Erlan disebut menjalin hubungan dengan perempuan lain sebelum berkenalan dengan Ruly Yunis yang kemudian ditemukan meninggal dunia.

"Setelah dari Bali itu ke Malang, kenal dulu sama orang lain. Baru kemudian dengan yang di Bangkalan itu," jelas ARN.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads