Marak di Pasuruan Motor Dijual atau Digadaikan Lalu Ngaku Dibegal

Marak di Pasuruan Motor Dijual atau Digadaikan Lalu Ngaku Dibegal

Muhajir Arifin - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 16:00 WIB
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno,
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno/Foto: Muhajir Arifin/detikJatim
Pasuruan -

Marak di Pasuruan warga mengaku dibegal tapi ternyata palsu. Warga mengaku dibegal padahal motornya dijual atau digadaikan.

Pemuda berinisial MNA (20) warga Dusun Jurangcambah, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, mengaku dibegal dan motornya dibawa kabur pelaku, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, belakang diketahui pengakuan itu bohong. Motor miliknya ternyata dijual untuk menutup utang.

Cerita konyol itu dikarang MNA. Ia mengaku dibegal tiga pria bercelurit. Pelaku merampas motor Honda Vario biru tahun 2022 bernopol N 4015 TEA miliknya. Pengakuan itu mengundang simpati warga. Warga merekam pengakuannya dan videonya viral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pengakuan palsu itu terungkap setelah polisi melakukan penelusuran dan menemukan fakta berbeda. Motor yang disebut dirampas begal ternyata dijual kepada seorang warga Pasrepan bernama Sodik dengan harga Rp 7,5 juta.

ADVERTISEMENT

"Sepeda motor itu dijual sendiri seharga Rp 7,5 juta. Setelah menerima uang, ia diantar oleh rekannya menggunakan sepeda motor lain dan diturunkan di sekitat lokasi pembegalan yang ternyata palsu," kata Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno, Jumat (19/6/2026).

Setelah akal bulusnya terungkap, MNA menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf terbuka. Ia mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah rekayasa.

"Berita itu tidak benar. Itu hanya cerita rekayasa belaka saya saja. Faktanya kendaraan bermotor saya jual untuk kebutuhan utang piutang," ucapnya dalam video.

Pada Senin (15/6), NK (34), Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, dilarikan beberapa warga ke Puskesmas Wonorejo dalam keadaan pingsan, pukul 02.00 WIB. Korban mengalami luka lecet di kepala disebut merupakan korban pembegalan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dirujuk ke RS Prima Husada Sukorejo, dan pihak puskesmas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonorejo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan hasilnya ternyata bukan korban pembegalan.

"Korban tidak sadarkan diri karena habis diajak minuman keras bersama tiga orang temannya di warung Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Luka lecet didapat karena bertengkar dengan temannya setelah minum-minuman keras," terang Joko.

Motor Yamaha Vixion milik korban telah digadaikan ke temannya Rp 2.5 juta. Setelah menggadaikan motor, NK pesta miras bersama beberapa temannya.

"NK sudah meminta maaf lewat video. Ia mengaku bukan korban begal," pungkas Joko.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads