Kejar Maling, Satpam Perumahan di Kota Malang Tewas Ditusuk

Kejar Maling, Satpam Perumahan di Kota Malang Tewas Ditusuk

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 10 Mei 2026 16:20 WIB
Proses pertolongan Mat Suhadi satpam di Kota Malang yang meninggal ditusuk maling
Proses pertolongan Mat Suhadi satpam di Kota Malang yang meninggal ditusuk maling (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Seorang satpam di Kota Malang meninggal dunia karena ditusuk saat mengejar maling. Korban sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit namun tak lama dinyatakan meninggal.

Korban adalah Mat Suhadi (51). Ia merupakan satpam di perumahan Cemara Diamond Townhouse. Adapun peristiwa penusukan terjadi pada Sabtu (9/5) malam.

Ima, salah satu warga di Jalan Santoso mengatakan awalnya Suhadi mendapat laporan dari tetangganya. Dalam laporan tersebut ada dua orang mencurigakan yang datang ke perumahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban yang mendapat informasi tersebut langsung bergegas ke lokasi dan melihat kantor pemasaran perumahan dalam kondisi acak-acakan. Pada saat itu diketahui ada kusen yang hilang.

ADVERTISEMENT

Suhadi selanjutnya berupaya mengejar pelaku pencurian tersebut. Suhadi sempat berhasil menghentikan para pelaku di Jalan Cemorokandang atau tepatnya di dekat Jembatan Amprong.

Di lokasi tersebut korban terlibat perkelahian dengan para pelaku. Nahas Suhadi yang kalah jumlah ditusuk senjata yang dibawa para pelaku di bagian perut.

"Dia ditusuk cuman gak tahu nusuknya pakai apa," kata Ima kepada detikJatim, Minggu (10/5/2026).

Ima menambahkan, saat Suhadi berduel dengan maling, sempat ada pemotor pria dan perempuan berboncengan yang melintas dan mengetahui duel itu. Pemotor pria saat itu hendak membantu Suhadi.

"Cuman ketika yang laki-laki mau bantuin gak dibolehin sama perempuannya karena takut kenapa-kenapa. Terus yang laki sempat ngejar malingnya saat kabur namun gak berhasil ketangkap," sambungnya.

Setelah kejadian korban yang menderita luka berat berjalan menuju ke rumah keponakannya yang ada di Jalan Santoso untuk meminta pertolongan. Saat tiba di rumah keponakannya korban diketahui dalam keadaan sadar meski terluka parah.

"Rumah keponakannya itu berada disamping persis rumah saya ini. Saat itu korban datang habis isya kalau gak salah. Meski bagian perutnya berdarah-darah, dia terlihat masih riwa-riwi dan sempat minum air putih sendiri sebelum akhirnya kritis saat petugas dari ambulans datang," terang Ima.

Karena kondisinya itu, Suhadi kemudian dibawa ke RSSA Saiful Anwar dan sempat menjalani operasi. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) pagi.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads