Crime Story

Akhir Tragis Mayat Satpam Tanpa Kepala yang Dimutilasi Rekan Kerja

Tim DetikJatim - detikJatim
Jumat, 05 Agu 2022 12:41 WIB
Jenazah satpam korban mutilasi di Surabaya dievakuasi
Jenazah satpam korban mutilasi di Surabaya dievakuasi (Foto: Imam Wahyudianta/arsip detikcom)
Surabaya -

Sesosok mayat tanpa kepala ditemukan di kawasan pergudangan Jalan Romokalisari, 29 Maret 2010 . Di bagian punggung dan dada mayat juga terdapat bekas sabetan senjata tajam.

Mayat pertama kali ditemukan oleh Sutrisno. Awalnya ia curiga karena mencium bau tidak enak. Sutrisno lantas penasaran dan mencari asal bau tersebut.

Tak disangka, sesosok mayat dalam keadaan telungkup ditemukan di parit pergudangan. Sutrisno lantas melaporkan temuannya ini ke petugas setempat. Laporan diteruskan ke Polwiltabes Surabaya.

Tak lama, polisi datang. Tim forensik dibantu anjing pelacak menyisir lokasi. Hasilnya, polisi menemukan seutas tali tampar dan baju dinas yang diduga milik korban. Sedangkan kepala mayat masih belum ditemukan.

Saat ditemukan, di tubuh mayat hanya menempel kaus singlet putih dan celana pendek biru tua. Ciri fisik lain yakni kulit kuning langsat, tinggi sekitar 170 cm usia sekitar 25-35 tahun.

Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo kemudian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor.

"Kami mengimbau pada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga secepatnya lapor ke polisi terdekat. Dari laporan itu akan kami cocokkan," ujar Anom saat di lokasi.

Mayat kemudian dievakuasi ke RSU dr Soetomo. Dalam pemeriksaan medis, diketahui mayat sempat mengalami penganiayaan sebelum ditebas kepalanya dengan gobang.

Ini dibuktikan dengan luka-luka memar di bagian tubuh punggung dan dada. Tak hanya itu, tulang iga mayat juga patah.

Sehari setelah penemuan mayat tanpa kepala, polisi langsung memeriksa saksi-saksi. Salah satunya yakni Subandi, satpam di pergudangan.

Lalu apa yang didapat polisi setelah memeriksa Subandi? Baca di halaman selanjutnya.