Heboh dugaan pungli bermodus menawarkan kamar khusus dengan fasilitas istimewa di Lapas Blitar seharga Rp 100 juta yang dilakukan 3 orang oknum petugas. Kalapas menyebutkan sebenarnya sel sultan itu tidak lebih istimewa dari sel lainnnya. Keistimewaan sel itu hanya dekat dengan masjid di lapas.
"Tidak ada bedanya dengan kamar lain. Cuma lebih dekat dengan masjid, jadi mudah beribadah. Itu aja. Karena bloknya langsung di depan Masjid yang di dalam Lapas,"kata Kepala Lapas Kelas II B Blitar Iswandi kepada detikJatim, Rabu (29/4/2026).
Iswandi juga mengklaim tidak ada fasilitas istimewa lain seperti kasur, televisi, atau bahkan pendingin ruangan. Dia menegaskan bahwa fasilitas yang berbeda dari sel lainnya ya cuma karena sel itu lebih dekat dengan masjid saja.
Namun, Iswandi akhirnya mengungkapkan bahwa yang ditawarkan oleh ketiga oknum itu sebenarnya bukan fasilitas di dalam kamar, melainkan jam kembali ke sel bagi napi penghuninya yang lebih fleksibel dibandingkan napi di sel lain.
"jadi kronologinya berdasarkan laporan warga binaan atau tahanan baru yang ditawarkan kamar khusus, yang sebenarnya hanya berbeda dibuka sampai dengan setelah Isya. Disebut kamar D1. Sedangkan kamar lainnya ditutup sejak sore," tandas Iswandi.
Iswandi tidak menjelaskan lebih lanjut setelah isya yang dia maksud itu hingga pukul berapa? Sebab, apabila azan Isya berkumandang pukul 18.30 WIB, selepas waktu azan itu, bahkan hingga tengah malam pun masih bisa dikatakan 'setelah Isya'.
Sel Sultan seharga Rp 100 juta tersebut, menurut Iswandi, tidak ditawarkan kepada semua warga binaan. Sel itu hanya ditawarkan kepada mereka yang menjadi terpidana kasus korupsi (tipikor). Terutama yang merupakan warga yang baru masuk ke dalam Lapas.
"Infonya begitu (warga binaan Tipikor), masih didalami apakah itu benar atau tidak," katanya.
Iswandi pun mengaku belum bisa memastikan identitas warga binaan yang diduga ditawari kamar khusus itu. Dari informasi yang diterima, ada 3 orang warga binaan yang sudah ditawari kamar dengan harga fantastis itu.
"Kalau soal warga binaan yang sudah membayar kami belum tahu kebenarannya. Informasi sementara ada 3 orang (yang ditawari)," terangnya.
Saat ini, kata Iswandi, pihaknya menyerahkan kasus dugaan pungli ini kepada Kanwilpas Jatim. Termasuk dalam penanganan kasus maupun pemberian sanksi kepada oknum tersebut.
Simak Video "Video: Terkuak Bisnis Sel 'Sultan' di Blitar, Bidik Napi Koruptor"
(abq/dpe)