Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang, Pihak Intan Ungkap Ada Korban Lain

Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang, Pihak Intan Ungkap Ada Korban Lain

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 27 Apr 2026 19:50 WIB
Intan bersama keluarga mendatangi panggilan penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota, Senin 27 April.2026
Intan bersama keluarga mendatangi panggilan penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota, Senin 27 April 2026. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Kasus dugaan pernikahan sesama jenis yang menjerat Rey ternyata menyimpan fakta yang jauh lebih kelam. Intan Anggraeni yang dinikahi Rey di awal April 2026 mengungkap adanya korban lain.

Pendamping keluarga korban Intan, Eko NS mengungkapkan bahwa kini mulai bermunculan korban-korban lain yang mengaku mengalami modus penipuan serupa oleh terduga pelaku yang sama.

Eko membeberkan bahwa hingga saat ini sudah ada dua orang korban tambahan yang mengadu kepadanya setelah kasus Intan viral di media sosial. Para korban ini tersebar di beberapa daerah, mulai dari Yogyakarta hingga ada yang sedang bekerja sebagai buruh migran (TKW) di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa korban yang sempat menghubungi kami. Ada tiga korban termasuk Intan, plus semua bukti-bukti diserahkan ke kami," ujar Eko kepada wartawan di Polresta Malang Kota, Senin (27/4/2026).

Modus operandi yang dijalankan Rey disinyalir memiliki pola yang nyaris identik, yakni memanipulasi identitas keluarga hingga melakukan peminjaman barang berharga.

ADVERTISEMENT

"Melaporkan inisial RM. Dengan modus hampir sama. Mohon maaf, diindikasikan, diduga modusnya hampir sama, orang tuanya sama, terus untuk peminjaman HP yang berulang itu sama, terus untuk pembelian katanya vila, mobil, apa, sama, ada buktinya semuanya," kata Eko menjelaskan.

Namun, temuan yang paling mengejutkan bagi pihak pendamping hukum adalah adanya unsur ancaman yang membuat para korban sebelumnya tidak berani melapor.

RM diduga menggunakan rekaman video hasil panggilan video atau video call untuk mengintimidasi para korbannya.

Ancaman penyebaran video tersebut digunakan sebagai senjata agar para korban tetap bungkam atau memberikan sejumlah uang.

"Plus yang membuat syok saya adalah ada dua korban yang mengaku takut. Takut sampai bulan kemarin itu karena takut disebar ada video dari hasil VC (video call) dengan RM. Jadi dari hasil video call
dengan RM ini kayaknya ada video atau foto yang kalau disebar mungkin aib ya, itu," terang Eko dengan nada prihatin.

Bahkan, menurut Eko, salah satu korban yang merupakan seorang TKW masih mendapatkan teror hingga bulan lalu.

Terduga pelaku RM disinyalir meminta sejumlah dana dengan ancaman akan menyebarkan konten pribadi korban jika permintaannya tidak dituruti.

Saat ini, kata Eko, salah satu korban asal Yogyakarta yang kini berdomisili di Jakarta telah menempuh jalur hukum secara mandiri untuk menuntut keadilan atas tindakan RM.

"Yang Jogja, iya, yang sekarang pindah ke Jakarta. Itu sudah ada lawyer-nya. Yang satu ini enggak tahu, kemarin minta ke kami. Tapi karena beliaunya di salah satu inilah, di luar negeri belum bisa kami terima. Tapi semua bukti apa diserahkan ke kami," pungkasnya.

Hari ini, Intan bersama kedua orang tuanya dipanggil penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pihak Intan juga menambah bukti baru dalam agenda pemeriksaan tersebut.

Seperti diberitakan, Intan bersama keluarga melaporkan Rey atas dugaan pemalsuan identitas saat menikahi Intan secara siri pada 3 April 2026 lalu. Proses hukum sudah berjalan di Satreskrim Polresta Malang Kota.

Merespon laporan tersebut, Rey balik melaporkan Intan ke Polres Batu. Sikap ini diambil buntut adanya laporan yang dilayangkan Intan di kasus pernikahan sesama sejenis di Kota Malang.

"Jadi kami akan tetap melaporkan balik IA (Intan Anggraeni). Langkah hukum selanjutnya biar proses berjalan," terang Rey saat ditemui detikJatim di Polres Batu, Senin (13/4/2026).

Rey juga menyebut langkah hukum diambil karena mediasi tidak menemukan titik temu.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads